Motivasi, Definisi dan Penjabarannya

Manusia diciptakan lebih sempurna daripada makhluk lain. Kesempurnaan ciptaan ini tidak saja pada penciptaan keras/hardware seperti tangan, kaki, telinga, mata dan lainnya. Kesempurnaan itu juga pada penciptaan perangkat lunak/software seperti hati nurani, akal, dan nafsu.

Dengan perangkat-perangkat itu, manusia bisa menggali potensi diri dan mengembangkannya secara optimal. Dalam hal ini kadang manusia kurang menyadari bahwa dalam diri mereka terdapat kekuatan dahsyat yang dapat ditumbuhkembangkan lebih lanjut. Di sinilah perlunya manusia itu memotivasi diri untuk berkembang dan berprestasi.

Motivasi merupakan upaya pembangunan hasrat yang paling dalam untuk mencapai sasaran, membantu inisiatif, bertindak efektif, dan bertahan dalam menghadapi kegagalan. Orang yang memiliki motivasi tinggi akan berusaha keras dan penuh kreativitas dalam mencapai sasaran. Dalam diri mereka akan timbul inisiatif untuk mencari jalan atau cara berupa tindakan untuk mencapai sasaran dengan efektif dan efisien. Mereka yang memiliki motivasi tinggi tidak mudah goyah hanya oleh angin sepoi-sepoi. Bahkan mereka mampu berdiri tegak dalam menghadapi kegagalan.

Motif, berasal dari kata movere (bahasa latin) yang berarti bergerak. Kemudian kata motivasi ini berarti usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya (Kamus Besar Bahasa Indonesia : 593).

Istilah tersebut dalam penggunaan sering dikaitkan dengan faktor yang menyebabkan timbulnya suatu gerakan. Atkinson mengartikan motif sebagai individu untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian, maka motif merupakan suatu pengertian yang melingkupi semua gerak, alasan, atau dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan seseorang berbuat sesuatu. Maka dapat dikatakan bahwa motivasi sama dengan needs dalam bahasa Inggris yang berarti sesuatu dalam diri manusia untuk berbuat menuju suatu tujuan.

Adapun sebaik-baik motivasi kehidupan seorang muslim adalah sesuai dengan Surat Al-Kahfi:110

“Siapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaknya ia mengerjakan amal saleh dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya”

(QS Al Kahfi : 110)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *