Keutamaan Sabar

“Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”
(QS Ali Imran : 200)

Sifat Orang Mukmin
Orang mukmin adalah manusia yang paling beruntung dibanding manusia-manusia yang lain sebab ia memiliki sifat yang luar biasa baik dan menguntungkan. Di mana sifat-sifat itu tercermin pada perilakunya dalam menghadapinya berbagai permasalahan apa pun yaitu :

Pertama, apabila mendapatkan kenikmatan dia senantiasa bersyukur. Kedua, apabila mendapatkan musibah dia bersabar. Ketiga, apabila bersalah yaitu melakukan perbuatan dosa ia beristighfar.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Shallalhu ‘Alaihi wasallam.

“Sangat menakjubkan urusannya orang mukmin, sesungguhnya seluruh usrusannya adalah baik dan tiada hal itu untuk seorang pun selain bagi orang mukmin. (Yaitu) Apabila mendapatkan kesenangan (kebahagiaan) ia bersyukur dan syukur itu adalah baik baginya, dan apabila mendapatkan kesusahan (penderitaan) dia bersabar maka sabar adalah baik baginya” (HR. Muslim)

Pengertian Sabar
Sabar adalah menahan diri dari apa yang tidak disukai. Menahan diri di sini mencakup menahan diri dari berkeluh kesah, melontarkan cacian, menggerutu, melampiaskan kekesalan dengan perbuatan yang merusak dan lain-lain.
Orang yang sabar adalah orang yang mempu menahan diri dari berkeluh kesah, melontarkan cacian, menggerutu, melempiaskan kekesalan dengan perbuatan merusak dan lain-lain pada saat mendapatkan sesuatu yang tidak ida sukai. Atau orang yang mampu menahan diri dari sesuatu perbuatan keburukan karena ada harapan mendapatkan kebaikan di dalamnya.

Macam-Macam Sabar
Sabar dibagi menjadi tiga macamnya, yaitu :
a.    As Shabru fith Tha’ah (sabar dalam menjalankan ketaatan kepada perintah Allah SWT).
Sabar juga mencakup dalam perkara ketaatan sebab tanpa sikap sabar seseorang akan berhenti dan meninggalkan ketaatan pada perintah Allah. Dalam hal ini seluruh ibadah mahdhah memerlukan kesabaran dalam penunaiannya. Orang yang tidak sabar dalam bersuci dia akan bersuci secara serampangan sehingga tidak melakukannya secara sempurna. Orang yang tidak memiliki kesabaran dalam mengerjakan shalat dan menjaga kewajibannya akan mengerjakan ibadah shalat semaunya bahkan praktis meninggalkannya. Orang yang tidak sabar dalam berpuasa ia akan berbuka pada waktu merasa lapar walaupun belum datang waktu berbuka. Orang yang tidak sabar dalam berzakat ia akan enggan mengeluarkannya sebab merasa sayang mengeluarkan harta untuk kebutuhan orang lain. Orang yang tidak sabar dalam haji kalaupun berangkat haji cara manasiknya asal-asalan dan bahkan target keberangkatannya sekedar untuk mendapatkan titel pak Haji atau bu Hajjah dan seterusnya.

b.    Ash Shabru fi Tarkil Ma’siyah (Sabar dalam mengendalikan diri dari kemaksiatan).
Dalam mengendalikan diri untuk meninggalkan kemaksiatan juga dibutuhkan peran kesabaran, sebab tabiat kemaksiatan adalah mudah, menarik, nikmat dan menyenangkan. Sehingga orang yang tidak memiliki kesabaran untuk menahan diri dari maksiat akan tercebur ke dalamnya. Tanpa kesabaran orang mudah terjatuh dalam kebohongan penipuan, kecurangan, korupsi, menghalalkan segala cara dan lain-lain. Yang kesemua itu adalah bentuk-bentuk aneka macam kemaksiatan. Sehingga dengan kesabaran seseorang dapat menepis segala bentuk kemaksiatan.

c.    Ash Shabru ‘indal Mushibah (Sabar ketika mendapatkan musibah atau cobaan).
demikian pula sabar dibutuhkan pada saat seseorang mendapatkan musibah atau ujian dari Allah SWT. Sebab tanpa kesabaran ujian akan terasa berat dan dengan kesabaran dan mengembalikan semua urusan kepada Allah akan menjadikan perasaannya lebih tenang dan tentram.”Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan : Inna Lillahi wa inna Ilaihi raaji’un”. (QS Al Baqarah : 155-156)
Dari ayat di atas dapat diambil manfaat bahwa Allah Subhannahu Wata’ala menganugerahkan kepada orang-orang yang bersabar tiga perkara yang tidak diberikannya kepada selain mereka yaitu:
·    Ampunan
·    Rahmat dan
·    Hidayah

Syaifuddin Djaesan
(Pengasuh PP. Al Manar Muhammadiyah Kulonprogo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *