Orang Tua dan Peran Penting dalam Keluarga

Dalam pertunjukan wayang, dalang mempunyai peranan paling utama sehingga mereka harus menguasai teknik perkeliran (pertunjukan wayang kulit) dengan baik di bidang seni sastra, seni karuwitan, seni menggerakkan boneka-boneka wayang kulitnya, maupun penjiwaan karakter wayang serta harus terampil dalam membawakan lakon-lakon

Dalang sebagai juru dakwah harus mampu melaksanakan tugasnya dalam memberi penerangan agama. Untuk melaksanakan tujuan dakwah melalui pewayangan dan agar mudah diterima oleh masyarakat, maka para muballigh menggunakan simbol atau filsafat.

Sehingga dalang adalah unsur yang penting dalam sebuah pertunjukan wayang. Jika tidak ada dalang maka tidak akan ada pertunjukan wayang. Continue reading “Orang Tua dan Peran Penting dalam Keluarga”

Islam, Wayang dan Gapura Syahadat

Wayang kulit adalah salah satu wujud kebudayaan yang telah berkembang di Indonesia. Khususnya pulau Jawa. Sulit untuk mencabut suatu kebudayaan yang telah tertanam dengan begitu kuat kemudian diganti dengan kebudayaan yang bernafaskan Islam. Dalam suatu pertunjukan wayang kulit, biasanya menceritakan suatu lakon yang mengungkapkan suatu permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat dan cara penyelesaiannya. Lakon mempunyai maksud dan tujuan cerita yang dimainkan dalam wayang kulit (Poerwandarminta, 1995: 552)

Kata wayang (bahasa Jawa), bervariasi dengan kata bayang, yang berarti bayang-bayang atau bayangan. Wayang waktu itu berarti mempertunjukkan bayangan yang selanjutnya menjadi seni pentas bayang-bayang atau wayang. (Sri Mulyono, 1983. Simbolisme dan Mistisisme dalam Wayang. Jakarata: Gunung Agung,hal. 51). Continue reading “Islam, Wayang dan Gapura Syahadat”