Berkaca Dengan Sang Teladan. Sayyidina Muhammad SAW

Cobalah kita sedikit menengok bagaimana keadaan gaya hidup Rasulullah, pemimpin seluruh anak Adam. Beliau lah orang yang yang paling mengerti hakekat dunia dan akhirat, beliau pula orang yang paling mengerti kadar masing-masing, cara menghargainya,, dan bagaimana menyikapinya.

Dikisahkan oleh Umar bin Khattab dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim, Umar menceritakan sepenggal kondisi Rasulullah “Ketika itu beliau terbaring di atas tikar, aku pun duduk. Lalu beliau menurunkan bajunya. Dan beliau tidak memiliki baju selain baju tersebut. Ternyata, tikar tersebut telah membekas pada punggung beliau. Aku melihat lemari beliau, di dalamnya hanya ada segenggam tepung seukuran satu Sha’ (sekitar 2,5 atau 3 kg), sejenis daun untuk menyamak di pojok ruangan, dan selembar kulit yang telah disamak. Maka mengalirlah air mataku.” Continue reading “Berkaca Dengan Sang Teladan. Sayyidina Muhammad SAW”

kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Dalam Pandangan Islam

“Dan pergaulilah mereka (para isteri) secara makruf”
-Alquran QS. An-Nisa’, 4: 19-

Hingga saat ini kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) masih merupakan fenomena sosial yang meresahkan. Ironisnya, tak jarang kasus-kasus KDRT yang umumnya menempatkan perempuan (isteri) dan anak-anak sebagai pihak yang rentan menjadi korban justru dilindungi oleh struktur budaya patriarkhi yang cenderung membiarkan hal itu terjadi tanpa koreksi. Bagaimana Islam menyikapi fenomena tersebut?

Asas Makruf

Dalam pandangan Islam, selain sebagai sarana yang halal untuk penyaluran hasrat seks dan harapan mempunyai keturunan yang baik (hifdz al-‘ird wa al-nasl), perkawinan lebih utamanya ditujukan juga untuk menemukan makna sakinah (ketenangan hati) dan mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang) dalam bingkai kehidupan rumah tangga yang harmonis dan lestari [QS. ar-Rum, 30: 21].

Continue reading “kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Dalam Pandangan Islam”

Islam, Cinta dan Hari Valentine

Saudaraku, cinta akan membawa sesuatu menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna, mengajarkan pada kita betapa besar kekuatan yang dihasilkannya. Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan..

Bisa kita lihat pada bahasan di atas bahwa Valentine’s Day merupakan peringatan “cinta kasih” yang diformalkan untuk mengenang sebuah peristiwa kematian seorang pendeta yang mati dalam sebuah penjara. Yang kemudian diabadikan oleh gereja lewat tangan Paus Gelasius. Maka merupakan sebuah kurang cerdas jika kaum muslim -dan secara khusus kalangan remajanya- ikut-ikut melestarikan budaya yang sama sekali tidak memiliki ikatan historis, emosional, dan religius dengan mereka. Keikutsertaan remaja muslim dalam “huru-hara” ini merupakan refleksi kekalahan mereka dalam sebuah pertarungan mempertahankan identitas dirinya. Continue reading “Islam, Cinta dan Hari Valentine”