Perbandingan Dunia dan Akherat Serta Rendahnya Kedudukan Dunia

Pembaca sekalian, tidak kalah pentingnya untuk kita ketahui agar kita bisa memiliki sifat zuhud adalah kita harus mengetahui pula tentang betapa rendahnya dunia dibandingkan akhirat. Betapa banyak ayat yang menegaskan permasalahan ini, bukankah kita sering mendengarkan firman-Nya:
“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (QS Al A’la : 17).

Demikian pula Rasulullah banyak sekali menerangkan hal tersebut di dalam haditsnya. Di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Al-Mustaurid bahwa Rasulullah bersabda (yang artinya), “Tidaklah dunia dibandingkan dengan akhirat kecuali seperti salah seorang di antara kalian yang mencelupkan jarinya ini ke dalam samudra -Yahya bin Yahya, salah seorang penyampai hadits ini mengisyaratkan dengan jari telunjuknya- maka lihatlah air yang menempel pada jarinya”. Continue reading “Perbandingan Dunia dan Akherat Serta Rendahnya Kedudukan Dunia”

Macam-Macam Tipe Manusia Terkait Kesabaran

Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -Rahimahullah- manusia terbagi dalam beberapa tipe saat menghadapi kehidupan dikaitkan dengan kesabaran, yaitu;
1. Ahli Sabar dan Taqwa, mereka adalah orang-orang yang diberi karunia nikmat oleh Allah dari orang-orang yang bahagia di dunia dan akhirat.

Contoh pribadi yang semacam ini adalah Nabi Ayyub AS beliau awalnya adalah seorang yang kaya raya memiliki harta yang banyak. Beliau adalah seorang yang sangat dermawan, setiap hari beliau berkeliling kampung untuk mencari orang yang membutuhkan santunannya. Continue reading “Macam-Macam Tipe Manusia Terkait Kesabaran”

Keutamaan Sabar

“Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”
(QS Ali Imran : 200)

Sifat Orang Mukmin
Orang mukmin adalah manusia yang paling beruntung dibanding manusia-manusia yang lain sebab ia memiliki sifat yang luar biasa baik dan menguntungkan. Di mana sifat-sifat itu tercermin pada perilakunya dalam menghadapinya berbagai permasalahan apa pun yaitu :

Pertama, apabila mendapatkan kenikmatan dia senantiasa bersyukur. Kedua, apabila mendapatkan musibah dia bersabar. Ketiga, apabila bersalah yaitu melakukan perbuatan dosa ia beristighfar. Continue reading “Keutamaan Sabar”

Membangun Masyarakat Berdasarkan Tatanan Rabbaniyah (2)

Konsep kekusaaan itu merembet pada doktrin ekonomi. Karena segala sesuatu adalah milik Allah, maka Allah adalah sumber rezeki dari siapa manusia bisa memperolehnya secara langsung dengan bekerja atau berusaha. Dalam sistem kerajaan, anggota masyarakat mengabdi kepada raja, dan dalam sistem etatis, warga masyarakat mengabdi kepada negara. Al Quran menentang konsep ini.
Pada ayat 212 surat Al Baqarah dinyatakan juga bahwa di lain pihak Allah memberikan rezeki kepada siapa saja yang Ia kehendaki (menurut hasil usahanya) dan di lain pihak ditegaskan bahwa Allah itu memberi rezeki tanpa hitungan, alias tidak terbatas.

Dalam surat Al Hijr : 20 dinyatakan juga bahwa “bumi merupakan arena untuk menciptakan mata kehidupan”, dalam bentuk mana Allah memberikan rezeki kepada manusia. Tetapi dalam mencari rezeki itu, manusia perlu membuat aturan yang dapat disepakati bersama sehingga manusia tidak perlu memperoleh kekayaan dengan cara yang tidak sah atau tidak benar (QS An Nisa : 49). Continue reading “Membangun Masyarakat Berdasarkan Tatanan Rabbaniyah (2)”

Teologi Kreatifitas: Meneladani Sifat-sifat Kreatif Allah

Berakhlaklah kamu sebagaimana “akhlak” Tuhan
-Mutiara Kaum Sufi-

Di antara nama-nama Tuhan yang mahaindah adalah Al-Khaliq, Al-Bari’ dan Al-Mushawwir. Al-Khaliq berarti Sang Maha Mencipta Segalanya dari Ketidaan. Al-Bari’ artinya Sang Maha Mencipta Segalanya dalam Bentuk Tertentu. Dan Al-Mushawwir adalah Sang Maha Mencipta Segalanya dalam Tampilan yang Unik dan Indah.

Ketiga nama tersebut mengilusterasikan sifat-sifat kemahaan Allah dalam berdaya-cipta. Masing-masing memberikan tekanan makna yang spesifik dan berbeda-beda. Meskipun demikian, nama Al-Khaliq dinyatakan para ulama sebagai “induk”-nya ketiga makna tersebut. Artinya, selain membawakan makna spesifiknya sendiri Al-Khaliq pada hakikatnya juga menyimpan kilasan-kilasan makna yang terkandung di dalam Al-Bari’ dan Al-Mushawwir. Continue reading “Teologi Kreatifitas: Meneladani Sifat-sifat Kreatif Allah”

Penyiar Santun Sebarkan Islam di Israel

Dalam sebuah langkah yang tidak pernah terbayangkan, sekelompok kecil Muslim itu nekat menyeberang tembok-tembok budaya, keimanan dan politik yang sukar ditembus. Tujuannya, menyebarkan ajaran Islam ditengah komunitas Yahudi di Israel. Mereka berharap ikhtiarnya dapat merangkul kaum Yahudi memeluk agama Islam.

Sekelompok da’i berjenggot tampak mendekati sebuah kawasan kota tua di Yerusalem, mereka mencoba berbicara dengan bahasa Ibrani dengan lemah lembut untuk mengajak orang-orang mengenal lebih dalam tentang intisari ajaran Islam.

“Saya harus memberitahukan pada Anda tentang iman yang benar,” kata salah seorang da’i di sekitar pertokoan di luar Yerusalem. Dia memikul sebuah tas ransel besar yang berisi buku dan selebaran tentang ajaran Islam dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Ibrani.” Anda boleh merespon upaya kami dengan cara apapun. Akan tetapi, memberikan kabar kebenaran seperti ini adalah kewajiban dalam agamaku.” Continue reading “Penyiar Santun Sebarkan Islam di Israel”

kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Dalam Pandangan Islam

“Dan pergaulilah mereka (para isteri) secara makruf”
-Alquran QS. An-Nisa’, 4: 19-

Hingga saat ini kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) masih merupakan fenomena sosial yang meresahkan. Ironisnya, tak jarang kasus-kasus KDRT yang umumnya menempatkan perempuan (isteri) dan anak-anak sebagai pihak yang rentan menjadi korban justru dilindungi oleh struktur budaya patriarkhi yang cenderung membiarkan hal itu terjadi tanpa koreksi. Bagaimana Islam menyikapi fenomena tersebut?

Asas Makruf

Dalam pandangan Islam, selain sebagai sarana yang halal untuk penyaluran hasrat seks dan harapan mempunyai keturunan yang baik (hifdz al-‘ird wa al-nasl), perkawinan lebih utamanya ditujukan juga untuk menemukan makna sakinah (ketenangan hati) dan mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang) dalam bingkai kehidupan rumah tangga yang harmonis dan lestari [QS. ar-Rum, 30: 21].

Continue reading “kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Dalam Pandangan Islam”

Orang Tua dan Peran Penting dalam Keluarga

Dalam pertunjukan wayang, dalang mempunyai peranan paling utama sehingga mereka harus menguasai teknik perkeliran (pertunjukan wayang kulit) dengan baik di bidang seni sastra, seni karuwitan, seni menggerakkan boneka-boneka wayang kulitnya, maupun penjiwaan karakter wayang serta harus terampil dalam membawakan lakon-lakon

Dalang sebagai juru dakwah harus mampu melaksanakan tugasnya dalam memberi penerangan agama. Untuk melaksanakan tujuan dakwah melalui pewayangan dan agar mudah diterima oleh masyarakat, maka para muballigh menggunakan simbol atau filsafat.

Sehingga dalang adalah unsur yang penting dalam sebuah pertunjukan wayang. Jika tidak ada dalang maka tidak akan ada pertunjukan wayang. Continue reading “Orang Tua dan Peran Penting dalam Keluarga”

Islam, Wayang dan Gapura Syahadat

Wayang kulit adalah salah satu wujud kebudayaan yang telah berkembang di Indonesia. Khususnya pulau Jawa. Sulit untuk mencabut suatu kebudayaan yang telah tertanam dengan begitu kuat kemudian diganti dengan kebudayaan yang bernafaskan Islam. Dalam suatu pertunjukan wayang kulit, biasanya menceritakan suatu lakon yang mengungkapkan suatu permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat dan cara penyelesaiannya. Lakon mempunyai maksud dan tujuan cerita yang dimainkan dalam wayang kulit (Poerwandarminta, 1995: 552)

Kata wayang (bahasa Jawa), bervariasi dengan kata bayang, yang berarti bayang-bayang atau bayangan. Wayang waktu itu berarti mempertunjukkan bayangan yang selanjutnya menjadi seni pentas bayang-bayang atau wayang. (Sri Mulyono, 1983. Simbolisme dan Mistisisme dalam Wayang. Jakarata: Gunung Agung,hal. 51). Continue reading “Islam, Wayang dan Gapura Syahadat”

Pengertian Kebudayaan Dan Kosep Kebudayaan

Pengertian kebudayaan merupakan suatu pola hidup yang turun temurun dalam masyarakat dan bersifat kompleks, luas dan abstrak dan menentukan perilaku komunikatif. Tidak jarang orang-orang sulit berkomunikasi jika Antara orang tersebut memiliki budaya yang berbeda. Namun ketika seseorang berusaha untuk tetap berkomunikasi dengan orang yang memiliki budaya berbeda, maka hal itu menunjukkan bahwa budaya itu dipelajari dengan cara menyesuaikan perbedaan-perbedaan yang ada.

Pengertian Kebudayaan | Tradisi kebudayaan berjalan turun temurun
Berbagai pengertian kebudayaan banyak dikemukakan untuk memberikan gambaran bagaimana konsep dari budaya itu sendiri. Pengertian kebudayaan dalam Bahasa Belanda berarti Cultuur, dalam Bahasa Inggris Culture dan Bahasa latin Colere yang berarti mengolah (dalam hal ini berarti mengolah atau mngerjakan tanah atau dengan kata lain menjadi seorang petani dan bertani). Continue reading “Pengertian Kebudayaan Dan Kosep Kebudayaan”