Kaum Hawa Pengubah Dunia

Sejarah mencatat, selalu saja ada perempuan-perempuan hebat
di balik kisah orang-orang hebat.

Pepatah Arab-Islam abad pertengahan yang cukup terkenal menyebutkan, al-mar’ah ‘imaad al-bilaad, perempuan adalah tiang negara. Semakin banyak perempuan-perempuan agung hadir dan berpartisipasi membangun sebuah negeri, semakin cepat pula kejayaan dan kemakmuran negeri itu akan diraih.

Perjuangan Hawa

Merujuk sejarah awal manusia kita temukan fakta bahwa yang berjuang membangun sendi-sendi kehidupan pertama umat manusia di bumi bukan hanya Adam, tetapi juga Hawa. Sesaat setelah diturunkan ke bumi Adam dan Hawa sempat berpisah sekian lamanya hingga akhirnya bertemu atau berkumpul kembali.

Inilah awal kisah perjuangan dan pengorbanan manusia demi cinta, dan selanjutnya demi membangun keluarga sakinah, hingga membentuk komunitas manusia yang dibingkai dengan nilai-nilai ta’aaruf (saling mengenal dan menghargai) dan rahmah (kasih sayang, memberi kedamaian, dan berkorban tanpa pamrih untuk kebaikan bersama).

Kisah petualangan Hawa yang harus berjuang sendirian mencari Adam untuk kemudian bersama-sama membangun sejarah kemanusiaan di muka bumi yang belum dihuni manusia lain kecuali mereka berdua sejatinya merupakan potret pengorbanan maha dahsyat pertama yang pernah ditorehkan oleh sejarah panjang perjuangan dan pengorbanan kaum perempuan.

Lahirnya Peradaban

Sesudah itu manusia terus berkembang biak dari generasi ke generasi hingga mencapai tingkat peradaban tertinggi gelombang pertama. Yaitu yang terjadi pada zaman Nabi Nuh yang akhirnya mengalami kehancuran karena tidak mendapat dukungan penuh bahkan menerima perlawanan dari tokoh perempuan lalim yang notabene adalah isterinya sendiri.

Kemudian muncul lagi peradaan baru umat manusia gelombang kedua yang perintisannya dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim. Kesuksesan Nabi Ibrahim ini pun tidak bisa dilepaskan dari peran serta kaum perempuan. Yaitu kedua isterinya sendiri, Hajar dan Sarah. Berkat kepahlawanan dan pengorbanan kedua isterinya itulah Nabi Ibrahim akhirnya berhasil mempunyai dua putera, Ismail dan Ishaq.

Bersumber dari kiprah dan perjuangan mereka itu di kemudian hari muncul peradaban-peradaban besar dunia. Inipun tidak bisa dilepaskan dari peranserta isteri-isteri mereka yang berhasil mengantarkan anak keturunan masing-masing menjadi pionir-pionir peradaban tersebut. Sebut saja, misalnya, nama-nama Nabi seperti Dawud, Sulaiman, Musa dan Isa.

Mereka adalah keturunan Nabi Ishaq yang melahirkan peradaban bangsa Yahudi (lengkap dengan ajaran agamanya, yakni agama Yahudi, yang secara turun temurun didakwahkan oleh Dawud, Sulaiman dan Musa), dan agama Nasrani yang dibawa oleh Isa. Sementara Nabi Muhammad adalah keturunan Nabi Ismail yang melahirkan peradaban agama Islam.

Di antara nama-nama perempuan hebat yang punya peran spesial bagi lahirnya peradaban-peradaban besar di atas adalah Asiah (Ibu Nabi Musa), Maryam (Ibu Nabi Isa), serta sederetan kaum perempuan yang mengelilingi kehidupan Nabi Muhammad seperti Aminah (ibu kandung), Halimah as-Sa’diah (ibu persusuan), Ummu Aiman (pengasuh) dan Khadijah (isteri).

Kecil Berdampak Besar

Di balik kejayaan peradaban awal umat Islam terdapat pula nama-nama perempuan yang berperan besar melalui kemampuan dan sumbangsih yang dipersembahkan di bidangnya masing-masing. Meskipun kiprah itu dilakukan dalam bentuk partisipasi yang bisa dibilang relatif kecil dan sederhana, tapi terbukti berdampak cukup besar bagi kemajuan umat.

Sebut saja, misalnya, Ummu Salamah, salah satu isteri Rasulullah. Beliau dikenal sebagai ahli komunikasi publik dan diplomasi politik yang sempat membuktikan peran pentingnya melalui nasihat-nasihat diplomatiknya kepada Rasulullah sehingga mampu mengatasi keadaan yang berpotensi menimbulkan konflik internal.

Nama lainnya adalah Fatimah, puteri Rasulullah yang menjadi isteri terkasih Ali ibn Abi Thalib. Melalui bimbingan dan asuhannya lahir dua pemimpin besar umat Islam, yakni Al-Hasan bin Ali dan Al-Husain bin Ali. Begitu juga Shafiyyah binti Abd al-Muththalib, bibi Rasulullah, yaitu saudara kandung Hamzah sekaligus ibu kandung seorang pejuang besar Zubair bin al-‘Awwam.

Kisah kepahlawanan Shafiyyah di perang Khandaq telah menjadi legenda tersendiri. Di samping memberikan motivasi dan merawat para korban, ia juga sempat turun tangan sendiri dengan memukul mati seorang kafir yang menyelundup dengan tiang tenda perkemahan, serta ikut andil dalam memperkuat siasat pertahanan laskar kaum mukmin.

Ada pula Zaenab binti Ali, seorang “guru bangsa” dan juru rawat penuh welas asih yang telah turut membubuhkan tinta sejarah putih dalam kisah kepahlawanan di padang Karbala. Konon, penaklukan kekaisaran Roma oleh tentara Mu’awiyah juga diawali oleh kepeloporan dan motivasi seorang perempuan, yakni Hindun binti Utbah, ibu Mu’awiyah.

Dalam tataran yang berbeda, sejarah juga sempat mencatat munculnya seorang Rabiah al-Adawiyah, sang pelopor kaum sufi perempuan. Begitu pula Sukainah binti Al-Husain bin Ali, seorang guru besar dalam bidang kesusasteraan Arab dan sejarah Islam, salah satu guru Imam Syafi’i.

Tak ketinggalan pula Zubaidah, isteri Harun al-Rasyid, seorang tokoh perempuan terkemuka pelopor gerakan pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kerakyatan. Dialah yang membangun irigasi di kawasan Hijaz (Makkah-Madinah) yang bermanfaat besar bagi pertumbuhan hasil pertanian dan peternakan di sana. Dia pula yang memelopori gerakan peningkatan kesejahteraan kaum buruh yang kampanye dan penerapannya dimulai dari lingkungan kaputren istananya sendiri.

Akan Terus Berlanjut

Hingga kini kisah perjuangan kaum hawa masih terus berlanjut. Tak sedikit dari mereka yang “bekerja dalam sunyi”, berkarya demi menciptakan perubahan di lingkungannya. Bukan dikarenakan mencari popularitas, jabatan ataupun kekayaan.

Mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang karena dorongan kemanusiaan dan spiritualitasnya ingin mengubah dunia dengan melakukan apa yang mereka mampu. Banyak kaum bijak berpendapat, tegaknya kaum perempuan merupakan penanda awal terbangunnya masa depan bangsa yang gemilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *