Orang Tua dan Peran Penting dalam Keluarga

Dalam pertunjukan wayang, dalang mempunyai peranan paling utama sehingga mereka harus menguasai teknik perkeliran (pertunjukan wayang kulit) dengan baik di bidang seni sastra, seni karuwitan, seni menggerakkan boneka-boneka wayang kulitnya, maupun penjiwaan karakter wayang serta harus terampil dalam membawakan lakon-lakon

Dalang sebagai juru dakwah harus mampu melaksanakan tugasnya dalam memberi penerangan agama. Untuk melaksanakan tujuan dakwah melalui pewayangan dan agar mudah diterima oleh masyarakat, maka para muballigh menggunakan simbol atau filsafat.

Sehingga dalang adalah unsur yang penting dalam sebuah pertunjukan wayang. Jika tidak ada dalang maka tidak akan ada pertunjukan wayang.

Begitupula didalam keluarga. Orangtua adalah unsur terpenting di dalam keluarga. Orangtua harus menguasai ilmu berkeluarga, seni berkomunikasi suami istri, seni memahami posisi sebagai suami, sebagai istri bahkan sebagai orangtua untuk mendidik anak-anaknya, dan didalamnya dilakukan dengan penuh penjiwaan dan terampil dalam menjalankan peran-perannya di dalam keluarga.

Orangtua adalah dalang yang menyelami, karakter disetiap keturunannya.

Ketika dalang sudah tahu alur cerita (lakon ) yang hendak dibawakan dari awal sampai akhir. Maka orangtuapun sudah punya Perencanaan utuh untuk generasinya dari semenjak lahir sampai Gemilang di usia belianya.

Ketika dalang mampu mengkombinasikan peran-peran yang protagonis atau antagonis di dalam pertunjukkannya .Sehingga sering disetiap akhir episode selalu yang menang adalah protagonis. Maka, orangtua sudah tahu permasalahan yang antagonis yang akan dilalui oleh generasinya dan seperti apa cara pencegahannya.

Ketika dalang pandai mengubah karakter suara dari masing-masing pelaku di dalam wayang. Maka orangtua juga harus pandai mengubah model penyampaian sesuai dengan tingkat pemahaman pada anak-anaknya.

Ketika dalang mengkemas penampilannya dengan ketukan dan diselingi gamelan-gamelan dari adegan satu ke adegan lain. Dan ini merupakan variasi dalam sebuah pertunjukan agar tidak terlihat menjenuhkan. Maka orangtua juga harus pandai mengelola ketegasan dan kelembutan saat bersama generasi. tidak terlalu sering menunjukkan ketegasan sehingga anak menjadi takut. Tidak terlalu sering menunjukkan kelembutan sehingga anak menjadi manja. Lakukanlah seni dalam menunjukan ketegasan diiringi kelembutan.

Ketika dalang memberikan alur cerita dengan fenomena kejadian yang lebih mendekat pada situasi kekinian. Dan dimasukkan nilai-nilai nasihat, bahkan pesan-pesan kebaikan terhadap kejadian kekinian tersebut. Maka orangtua harus pandai mengambil kesempatan yang sedang terjadi pada generasi ( kesempatan emas) untuk ditanamkan nilai-nilai keimanan.

Ketika dalang serius menjadi dalang dan ingin memberikan penampilan yang sempurna didepan para penontonnya. Maka orangtuapun serius tampil menjadi orangtua bersama anak-anaknya. Karena orangtua adalah dalang…

Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *