Bank Syariah Mengeliminasi Kemaksiatan

Allah melarang memakan rizki yang haram. Maksud rizki yang haram itu adalah haram karena zatnya dan haram secara proses pendapatannya. Kedua macam rizki yang haram itu pada dasarnya membawa malapetaka bagi manusia dan kemanusiaan.

Dari keduanya misalnya, orang yang korupsi sedikit atau banyak telah menghancurkan negara dan nasib berjuta rakyat, sebagaimana orang yang mabuk-mabukan telah merusak dirinya, akalnya, dan masa depannya. Demikian pula praktek ribawi, merusak kehidupan ekonomi masyarakat bahkan umat secara nyata.

Bank Konvensional dan Kemaksiatan

Banyak sumber-sumber dan sarana kemaksiatan dalam kehidupan sosial, terus tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. Seperti misalnya: diskotik, bar, café, hotel, dan villa yang menjadi pangkalan untuk berbagai transaksi terlarang. Baik itu pelacuran, minum-minuman keras atau khamar, narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Termasuk juga industri untuk memproduksi minuman keras, perjudian, atau bahkan juga nikotin yang beracun dan berbahaya.

Guna membangun semua tempat dan sarana kemaksiatan itu, tentu dibutuhkan dana yang tidak kecil. Menjadi sebuah pertanyaan, dari manakah sumber pendanaan untuk sarana kemaksiatan itu? Hal ini karena untuk kemungkaran dan kemaksiatan pun tetap dibutuhkan dukungan dana, yang jumlah nominalnya bahkan tidak kecil.

Sumber pendanaan tersebut, selama ini berasal dari perbankan konvensional. Karena perbankan konvensional tidak memiliki kaidah halal dalam penyaluran dana kreditnya, selain dari aspek keuntungan semata, maka operasional perbankan konvensional dapat diduga dan dianggap mendukung kemaksiatan melalui penyaluran dana kredit yang diberikan.

Bank Syariah Mengeliminasi Kemaksiatan

Berbeda dengan perbankan konvensional, perbankan syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS). Fungsi DPS tersebut diantaranya adalah sebagai pengawas semua kegiatan operasional perbankan, agar selaras dan sesuai dengan kaidah-kaidah syariah. Bank syariah sesuai falsafahnya, juga tidak berdasarkan bunga, tidak melakukan spekulasi, dan gharar, serta praktek-praktek bisnis yang dilarang dalam syariah Islam.

Dilihat dari sisi operasional, dana masyarakat dalam bank syariah berupa titipan dan investasi yang baru akan mendapatkan hasil melalui proporsi bagi hasil yang baru akan mendapatkan hasil melalui proporsi bagi hasil yang telah disepakati, jika telah diusahakan terlebih dahulu. Sementara pada bank konvensional dana masyarakat berupa simpanan yang harus dibayarkan bunganya pada saat jatuh tempo.

Dari hal tersebut, maka dapat dikatakan bila bank syariah sebenarnya memiliki fungsi untuk mengeliminasi kemaksiatan. Atau dengan kata lain mengurangi tumbuh dan berkembangnya sumber-sumber dan sarana kemaksiatan dalam kehidupan sosial. Hal ini karena bank syariah peduli aspek halal dan haram menurut kaidah agama sehingga penyaluran dananya tentu tidak akan disalurkan pada sumber-sumber dan sarana kemaksiatan.

Beralih ke Syariah

Menurut Dr. Yusuf Qaradhawi, diantara prinsip yang telah ditetapkan dalam Islam adalah bahwa jika Allah mengharamkan sesuatu, maka itu berarti mengharamkan pula segala sarana yang mengantarkan kepadanya, dan menutup rapat berbagai pintu yang menuju ke arahnya. Sebagai contoh dalam bidang ekonomi misalnya. Allah telah mengharamkan riba, maka semua sarana menuju riba itu pun dilarang, termasuk bertransaksi dengan perbankan yang menerapkan sistem ribawi.

Karena itu, meninggalkan semua yang diharamkan dan mengkonsumsi rizki yang halal merupakan sebuah keharusan bagi umat manusia. Meninggalkan semua yang diharamkan tidak hanya terbukti baik, tapi juga memanusiakan manusia sebab meninggalkan malapetaka bagi manusia dan kemanusiaan.

Meninggalkan semua yang diharamkan itu itu salah satunya termasuk juga meninggalkan semua transaksi ekonomi ribawi yang telah dilarang Allah dengan tegas. Salah satunya, transaksi ekonomi yang menggunakan jasa perbankan konvensional. Meninggalkan perbankan konvensional itu harus dilandasi karena ia beroperasi dengan sistem ribawi dan bukan landasan syariah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *