Perbandingan Dunia dan Akherat Serta Rendahnya Kedudukan Dunia

Pembaca sekalian, tidak kalah pentingnya untuk kita ketahui agar kita bisa memiliki sifat zuhud adalah kita harus mengetahui pula tentang betapa rendahnya dunia dibandingkan akhirat. Betapa banyak ayat yang menegaskan permasalahan ini, bukankah kita sering mendengarkan firman-Nya:
“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (QS Al A’la : 17).

Demikian pula Rasulullah banyak sekali menerangkan hal tersebut di dalam haditsnya. Di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Al-Mustaurid bahwa Rasulullah bersabda (yang artinya), “Tidaklah dunia dibandingkan dengan akhirat kecuali seperti salah seorang di antara kalian yang mencelupkan jarinya ini ke dalam samudra -Yahya bin Yahya, salah seorang penyampai hadits ini mengisyaratkan dengan jari telunjuknya- maka lihatlah air yang menempel pada jarinya”.

Jabir bin Abdillah mengisahkan bahwa Nabi suatu saat melewati sebuah pasar dan para sahabat berada di kanan kirinya. Ketika itu, beliau melewati bangkai seekor anak kambing yang cacat telinganya. Maka beliau memegang telinganya dan kemudian bersabda, “Siapa di antara kalian yang mau membelinya dengan satu dirham?”. Para sahabat menjawab, “Ya Rasulullah, kita tidak mau membelinya dengan harga sepeserpun. Untuk apa barang ini?”. Beliau bersabda, “Lalu apakah ada di antara kalian yang mau diberi dengan cuma-cuma?”. Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, seandainya pun anak kambing itu hidup, maka kambing ini cacat karena telinganya yang kecil, apalagi anak kambing itu sudah menjadi bangkai?” Lalu Rasulullah pun bersabda, “Demi Allah, sungguh dunia di sisi Allah lebih rendah daripada bangkai ini menurut kalian.” (HR Muslim).

Subhanallah…! Demikianlah hakekat dunia yang digambarkan oleh teladan kita, Rasulullah. Lantas apakah kita rela mencurahkan seluruh usaha, memeras keringat, membanting tulang, bahkan sampai mengorbankan segalanya, menzalimi saudaranya, dan melanggar aturan-aturan Alllah demi suatu yang tidak bernilai, bahkan itu adalah sesuatu yang hina dina. Di lain pihak, dia korbankan masa depannya yang lebih kekal dan kenikmatan yang tidak terkira.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *