Nasehat dan Ungkapan Orang Shalih akan Tahajud / Qiyamul Lail


Sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang dilakukan pada waktu malam hari dalam satuan dua rakaat satu kali sala, pada waktu malam hari yaitu pada sepertiga malam akhir, atau setengah malam akhir, atau mendekati dua pertiga malam hingga waktu menjelang sholat subuh. Sholat sunnah tahajud dalam bahasa arab disebut Sholatun Lail yang artinya sholat di malam hari. Mengenai waktu pelaksanaan sholat tahajud para ulama memiliki pendapat yang berbeda ada yang mengatakan bahwa sholat tahajud mesti setelah terbangun dari tidur di malam hari, namun ada juga yang berbendapat bahwa sholat tahajud tidak mesti harus tidur terlebih dahulu.

Wahab bin Munabih
“Manusia yang paling dicintai setan adalah manusia yang gemar makan dan tidur.”

Uwais Al-Qarni
“Sungguh aneh orang yang mengetahui bahwa surga dihiasi atasnya dan neraka itu dipanasi bawahnya, bagaimana dia bisa tidur diantara keduanya ?”

Tamim Ad-Dari
”Demi Allah, shalat satu rakaat yang kukerjakan pada sepertiga akhir malam secara diam-diam lebih aku senangi dari pada shalat semalam suntuk yang kukerjakan, kemudian aku menceritakannya kepada orang lain”

Syeikh Waliyullah Ad-Dahlawi
“ Begadang mempunyai khasiat menakjubkan dalam melemahkan sifat kebinatangan. Ia serupa dengan anti toksin. Oleh karena itu, menjadi kebiasaan sekelompok orang apabila ingin menjinakkan binatang buas dan mengajarinya berburu, mereka harus membuatnya begadang dan lapar terlebih dahulu. Jika demikian halnya, tentu shalat tahajud lebih penting untuk di perhatikan.”

Sulaiman bin Tharkhan
“Mata itu jika dibiasakan tidur akan terbiasa tidur. Namun jika dibiasakan bangun akan terbiasa bangun.”

Salafush shalih
”Tidak ada kenikmatan di dunia ini yang bisa menyamai kenikmatan yang dirasakan oleh penghuni surga, kecuali kenikmatan bermunajat yang dirasakan oleh orang-orang yang senantiasa merendahkan diri dihadapan Allah SWT pada waktu malam”.

Muslim bin Yasar
”Tidak ada kenikmatan yang dirasakan manusia yang mampu menandingi kenikmatan menyendiri dalam bermunajat kepada Allah.SWT”

Mukhlid bin Al-Husain
“Setiap kali bangun malam, aku mendapati Ibrahim bin Adham sedang berdzikir kepada Allah dan mengerjakan shalat. Aku merasakan iri dan sedih karena tidak bisa seperti dirinya. Kemudian aku menghibur diri dengan ayat, ‘Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.’

Mu’adzah Al-‘Adawiyah
“Wahai diriku! Kelak engkau akan tidur. Jika telah masuk kubur, engkau akan tidur panjang; baik dengan merasa sedih atau gembira. apabila mengantuk ketika sedang shalat, dia pun mengelilingi rumahnya sambil berkata kepada dirinya sendiri seperti diatas.”

“Shalih datang ke tempat tidurnya dari ruang shalat di rumahnya dalam keadaan lelah. Dia mengajarkan qiyamul lail hingga lemas. Oleh karena itu, dia datang ke tempat tidurnya kelelahan.”

“Wahai diriku. Kelak engkau akan tidur, bukan sekarang.”

Umar bin Khaththab
Janji Seorang Murid Kepada Gurunya

“Wahai guruku. Selama hidupku, aku tidak akan tidur pada malam maupun siang, selama aku mampu.”

“Seandainya bukan karena tiga perkara, aku tidak ingain hidup di dunia ini. Yaitu

seandainya bukan karena menunggang punggung kuda di jalan Allah, beribadah di malam hari, dan bergaul dengan orang-orang yang memilih kata-kata yang baik sebagaimana mereka memilih buah-buahan yang baik.”

‘Apakah   kalian lebih  senang ngobrol  pada permulaan  malam dan  tidur  pada akhir malam? “

Sufyan Ats-Tsauri
“Kurangilah makan, niscaya kalian mampu mengerjakan qiyamul  lail,”

“Engkau melihat orang yang tidak shalat malam merasa malas dan gelisah. Dia seperti bangkai yang berada di atas tempat tidurnya. Siang harinya, dia banyak bermain-main. Sementara itu, engkau melihat orang yang mengerjakan qiyamul lail senantiasa tunduk karena takut kepada Allah. Hatinya pun merasa gembira.”

“Jika datang malam, aku bergembira. Namun jika datang siang, aku bersedih.”

Thawus
“Kok sempat-sempatnya orang tidur menjelang subuh? “

Muhammad bin Thalhah bin Mushrif
“Bapakku selalu memerintahkan istri, pembantu, dan anak-anaknya untuk qiyamul lail. Dia berkata, ‘Shalatlah di pertiga malam meski hanya dua rakaat. Sesungguhnya shalat di pertiga malam akan menggugurkan dosa-dosa. Shalat di pertiga malam juga merupakan amalan orang-orang shalih yang paling mulia’.”

Malik bin Dinar
“Andai saja aku mampu untuk tidak tidur, tentu aku tidak akan tidur. Aku takut jika tiba – tiba turun adzab ketika sedang tidur. Andai aku mempunyai sejumlah pembantu, tentu akan aku sebar mereka ke seluruh penjuru dunia untuk menyerukan, ‘Wahai umat manusia! Takutlah neraka! Takutlah neraka!”

Qatadah bin Du’amah As-Sadusi
“ Wahai manusia! Jika engkau hanya mau melakukan kebaikan ketika merasa senang, maka jiwamu akan cenderung bosan. Seorang mukmin selalu melakukan kebaikan di saat lemah maupun kuat. Orang-orang mukmin selalu berdoa kepada Allah pada siang maupun malam. Mereka terus memanjatkan doa,’ Wahai Rabb kami! Wahai Rabb kami!’, disaat sepi maupun ramai sampai Allah mengabulkannya”

“Orang munafik sedikit sekali bangun di malam hari.”

Hamba Shalih
“Betapa banyak orang yang mengerjakan shalat karena Allah pada malam ini diberi rasa senang di kuburnya yang gelap. Betapa banyak orang yang tidur pada malam ini menyesali tidur panjangnya ketika melihat anugerah yang Allah berikan kepada para ahli ibadah kelak. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu dan hari yang terus berlalu. Semoga Allah merahmatimu.”

Yahya bin Mu’adz Ar-Razi
“Dunia adalah toko bagi orang-orang mukmin. Siang dan malam adalah modal mereka. Amal shalih adalah dagangan mereka. Surga yang kekal adalah keuntungan mereka. Neraka yang abadi adalah kerugian mereka”

Istri Marsuq bin Al-Ajda
“Demi Allah, pasti setiap pagi kedua kaki Marsuq bengkak karena terlalu lama mengerjakan shalat pada malam harinya. Apabila lelah, dia mengerjakan shalat dengan duduk dan tidak meninggalkannya. Seusai shalat, dia merangkak ke tempat tidurnya seperti onta.” (Istri Marsuq bin Al-Ajda’ bercerita tentang suaminya)

Muhammad bin Shalih
“ Jika engkau ingin bergabung bersama kafilah orang-orang mulia, maka kurangilah tidur dan kerjakanlah amalan orang bertakwa “

“ Cintailah malam karena ia kelak akan memberimu syafaat. Seringlah menangis karena ia adalah teman yang baik. Paksalah dirimu untuk bergabung dalam golongan orang-orang yang bertahajud. Menyepilah untuk

Istri ‘Utsman bin Affan
“ Utsman selalu menghidupkan sepanjang malamnya dengan membaca Al-Qur’an dalam satu raka’at.” (Istri ‘Utsman bin Affan)

Ibnu Katsir
“Raja yang shalih dan adil Nuruddin Mahmud Zanki adalah orang yang rajin mengerjakan qiyamul lail. Dia sering berpuasa. Dia berjihad melawan orang-orang Eropa. Dia banyak mengerjakan shalat pada malam hari. Dia juga banyak berdoa kepada Allah dalam seluruh urusannya “ (Ibnu Katsir)

Bisyr bin Al-Harits Al-Hafi
“Saudaraku! Segeralah melakukan kebaikan! Segeralah melakukan kebaikan! Sebab, waktu siang dan malam akan pergi dengan mengurangi usia.”

Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi
“Al-Qur’an tidak akan tertancap kuat di dalam dada, tidak mudah dihafal dan tidak gampang dipahami kecuali dengan qiyamul lail pada sepertiga malam”

Huzaimah
“Utsman selalu berpuasa pada waktu siang dan bangun pada waktu malam. Dia tidur hanya sebentar pada awal malam.” (Huzaimah)

Hisyam Ad-Dastawa’i
“Allah mempunyai hamba-hamba yang menahan tidur karena takut jika mereka mati ketika sedang tidur.”

Sa’id bin Al-Musayyib
“ Ketika seseorang mengerjakan shalat malam, niscaya Allah menjadikan cahaya diwajahnya sehingga dia dicintai oleh setiap muslim. Cahaya itu bisa dilihat oleh semua orang hingga orang yang belum pernah melihatnya sekalipun. Orang itu lalu berkata, ‘Sungguh aku mencintai orang ini.”

Al-Junaid
“Isyarat-isyarat dan penjelasan-penjelasan itu hilang. Ilmu-ilmu itu musnah. Tanda-tanda itu pun habis. Yang bermanfaat hanyalah beberapa rakaat yang dikerjakan menjelang subuh.”

Muhammad bin Sirin
“Kita harus mengerjakan qiyamul lail meski sedikit seperti jumlah air susu kambing.”

Hasan Bashri
“Apabila seorang hamba bersujud dalam qiyamul lail, Allah akan membanggakannya di hadapan para malaikat. Allah berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku ini! Dia beribadah kepada-Ku dan ruhnya ada di sisi-Ku. Dia sedang bersujud’ (Hasan Bashri)

Mu’adz bin Jabal
“Aku berlindung kepada Allah dari malam yang mengantarkan manusia pada pagi harinya ke neraka”

“Tiga perkara yang dibenci Allah: tertawa bukan karena kagum, tidur bukan karena ingin bangun malam, dan makan bukan karena lapar.”

‘Ya Allah, banyak mata telah tidur dan bintang-bintang telah terbenam. Sementara itu, Engkau Maha Hidup dan tidak pernah tidur. Ya Allah, permohonanku pada surga lambat, sedangkan pelarianku dari neraka lemah. Ya Allah, berilah aku petunjuk di sisi-Mu yang senantiasa Engkau jawab hingga hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyelisihi janji.”
(Do’a Mu’adz bin Jabal ketika Tahajud)

Lukman Hakim menasehati anaknya
“Wahai anakku! Jangan sampai ayam jantan lebih cerdas daripada kamu. Ia selalu berseru pada sepertiga malam, namun engkau malah tidur ?”

Hamam bin Al-Harits An-Nakha’i
“Ya Allah, sembuhkanlah diriku dari penyakit mudah tidur. Anugerahilah aku begadang dalam menaati-Mu.”

“Ya Allah, sembuhkanlah aku dari penyakit mudah tidur. Berilah aku kemampuan bangun malam agar bisa menaati-Mu.”

Ka’ab Al-Ahbar
“Sesungguhnya malaikat melihat orang-orang yang bertahajud pada malam hari dari langit, sebagaimana kalian melihat bintang-bintang di langit.”

Isa bin Maryam
“Sesungguhnya malam dan siang adalah dua lemari. Perhatikanlah apa yang akan kalian letakkan di dalamnya. Pergunakanlah malam hari untuk ibadah dan shalat. Pergunakanlah siang hari untuk mencari rezeki”

Salim bin Abdullah
“Abdullah bin Zubair senantiasa mengerjakan shalat  malam. Dia mampu mengkhatamkan Al-Quran dalam semalam.”

Ibnu Abdul Hadi
“Pada malam hari, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengasingkan diri dari semua orang untuk menyendiri bersama Rabbnya”
 
Azhar bin Mughits
“Pada suatu malam, aku bermimpi melihat bidadari yang sangat cantik jelita. Aku pun bertanya, ‘Engkau ini untuk siapa?’ ‘Untuk hamba yang mengerjakan qiyamul lail pada musim dingin’, jawabnya.” (Azhar bin Mughits)

Ibrahim bin Waki’
“Bapakku, Waki’ Ibnu Jarrah senantiasa shalat malam. Semua orang di rumah kami tanpa terkecuali juga shalat malam. Budak wanita kami yang berkulit hitam bahkan juga shalat malam,”

Atha’ Al-Khurasani
“Apabila pada waktu malam seseorang mengerjakan shalat tahajud, niscaya pagi harinya dia merasakan kegembiraan dalam hatinya. Namun apabila dia tertidur dan tidak mengerjakan shalat tahajud, maka pagi harinya dia merasa sedih dan patah hati. Seakan-akan dia kehilangan sesuatu. Ya, dia telah kehilangan sesuatu yang paling berharga baginya yaitu qiyamul lail.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *