Istiqomahlah..

Istiqomahlah…

Saudaraku
Hidup kita ini, sesungguhnya hanya meniti jarak menuju titik kematian. Melewati waktu yang kian lama membawa kita pada keadaan yang makin mendekat dengan maut. Menghabisi sisa usia yang terus menerus berkurang dan kian sedikit, hingga mencapai ajal di akhirnya.

Maka, masalah terbesar dan paling serius dari perjalanan ini adalah, ada di mana kaki kita melangkah. Persoalan paling penting selama rentang waktu hidup ini adalah bagaimana perilaku kita hingga kaki ada di ujung batas usia tak pernah kita tahu. Orang-orang shalih menyebut proses perjalanan usia yang dilakukan dengan benar hingga ajal dengan ungkapan: istiqamah.

Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan makna istiqamah adalah sikap lurus dan tetap di dalam ketaatan baik secara keyakinan, perkataan, maupun perangai secara terus menerus.

Itulah juga yang dipesankan Rasulullah saw, di kala seorang sahabatnya datang bertanya, “Ya Rasulullah, berikanlah aku wasiat yang tidak akan kutanyakan lagi kepada siapapun setelah engkau sampaikan.” Nabi saw menjawab begitu singkat, “ittaqillaha tsummas taqim” Bertakwalah kepada Allah, lalu istiqamahlah.”

Saudaraku,

Rasulullah saw pun pernah menyatakan, “Surat Hud telah membuat kepala beruban.” Beliau menjawab, “Benar.” Rasul saw menjelaskan, bahwa diantara ayat yang menjadikannya seperti itu adalah firman Allah swt, “wastaqim kamaa umirta,” istiqamahlah kamu sebagaimana engkau telah diperintahkan.”

Barangkali saja ada di antara kita yang terkadang menganggap sikap istiqamah itu, menyulitkan, memberatkan. Padahal Allah swt berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al Ahqaaf 46: 13-14)

Saudaraku,
Sungguh alangkah indahnya jika umur yang tersisa ini, umur yang penuh dengan kasih sayang Allah, hari-hari yang kita lalui selalu sarat dengan maghfirah dan rahmat Allah.

Alangkah indahnya jikalau di sisa umur ini kita menjadi ahli sujud, yang selalu rindu bersujud kepada Allah, alangkah beruntungnya jika lidah ini selalu basah menyebut kalimah Allah, alangkah bahagianya andaikata hari terakhir kita kelak adalah hari yang penuh keikhlasan, apapun yang kita lakukan hanya Allah saja yang kita tuju, hari-hari yang kita jalani adalah hari-hari yang bersemangat untuk memperbaiki diri agar dicintai oleh Allah, hari-hari yang tersisa menjadi hari hari yang bersemangat untuk mempersembahkan yang terbaik untuk-Nya, agar bisa menjadi bekal pulang.

Alangkah indahnya jikalau hari-hari yang tersisa ini menjadi hari-hari yang penuh dengan kemuliaan, penuh dengan kebaikan, kita menantikan saat kepulangan kita dengan penuh harap agar bisa wafathusnul khatimah.

Alangkah indahnya jikalau malaikat maut menjemput kelak, tubuh kita sudah bersih dari dosa-dosa, aib-aib sudah terhapus, orang-orang yang kita sakiti sudah mau memaafkan kita, tidak ada harta haram yang melekat pada tubuh ini.

Alangkah bahagianya jika malaikat menjemput kelak, tubuh kita terbasuh air wudhu, air mata kita sedang menetes merindukan Allah, lidah kita sedang lirih nan syahdu menyebut nama Allah, keringat bahkan darah kita sedang bersimbah di jalan Allah.

Alangkah beruntungnya andaikata saat kepulangan nanti kita benar-benar sudah siap, bekal cukup.

Duhai alangkah bahagianya kalau di akhirat nanti kita dipanggil Allah dengan seindah-indah panggilan. Kita dipertemukan oleh-Nya dengan kekasih-kekasih-Nya tercinta, para nabi rasul, juga syuhada’ dan shalihin.

Alangkah damainya jika diakhirat nanti kita bertemu dengan Rasul kekasih kita Muhammad saw, hidup bertetangga dengan beliau di surga Allah.

Sebaliknya, alangkah malangnya jika kita mati dalam keadaan tidak terampuni, dosa berlimpah, aib menggunung, kenistaan bagai berselimut yang membungkus. Mati dalam keadaan munafik. Mati di saat kita melakukan kemaksiatan dan dosa.

Saudaraku,
Mari tengadahkan tangan dan ucapkan, “Ya Allah tunjukkanlah kami jalan istiqamah dan karuniakan kami khusnul khatimah.”

sumber : Tarbawi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *