Jangan Pernah Kufur Nikmat

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. (Al-Baqarah : 152)

Masih terkait dengan 2 artikel sebelumnya, (Selalu bersyukur kepada Allah & Ingatlah Allah, Maka Allah Akan Mengingat Kita) surat Al-Baqarah : 152 ini, Allah mengingatkan kita agar selalu menjaga diri agar tidak sampai kufur nikmat, jangan sampai mengingkari nikmat Allah.

Karena semua nikmat yang kita miliki saat ini, datangnya dari Allah, seperti firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 53 :

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan”. Continue reading “Jangan Pernah Kufur Nikmat”

Selalu Bersyukur Kepada Allah

Artikel ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya Ingatlah Allah, Maka Allah Akan Mengingat Kita yang merupakan penjelasan dari surat Al Baqarah 152 yang artinya:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. (Al-Baqarah : 152)

Ayat diatas selain perintah agar mengingat Allah (klik disini untuk menuju artikel sebelumnya) , juga memerintahkan kita agar mengingat Allah dengan cara selalu bersyukur kepada Allah, atas nikmat yang telah Allah anugerahkan untuk kita. Kenapa? Untuk apa kita bersyukur?

Bersyukur kepada Allah itu, sebetulnya demi kepentingan diri kita sendiri juga. Bukan demi kepentingan Allah. Continue reading “Selalu Bersyukur Kepada Allah”

Ingatlah Allah, Maka Allah Akan Mengingat Kita

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. (Al-Baqarah : 152)

Walaupun ayat ini sudah sangat sering kita dengar, dan sebagian besar kita bahkan sudah hafal ayat tersebut di atas, tapi sering kita tidak menyadari betapa dahsyatnya kandungan ayat ini. Ada hal penting yang Allah pesankan melalui ayat ini. Continue reading “Ingatlah Allah, Maka Allah Akan Mengingat Kita”

Jumat adalah Hari Ibadah, Hari Istimewa Bag. 2

  1. Disunnahkan membaca Surat Kahfi

Hal ini didasarkan dengan sabda beliau :

“Barangsiapa yang membaca surat Kahfi pada hari Jumat, maka akan disinari antara dua Jumat.” (HR Al Hakim dari hadits Abu Sa’id Al-Khudri).

  1. Disunnahkan untuk banyak berdoa

Rasulullah SAW bersabda :

“Pada hari tersebut ada satu waktu, tidaklah menepatinya seorang hamba muslim dan dia dalam keadaan shalat, memohon kepada Allah ta’ala sesuatu kecuali Allah akan memberikan-Nya” (HR Al Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Continue reading “Jumat adalah Hari Ibadah, Hari Istimewa Bag. 2”

Jumat adalah Hari Ibadah, Hari Istimewa Bag. 1

Orang menyebut hari Jumat adalah hari yang pendek. Penyebutan ini mungkin ada benarnya. Di mana pada hari tersebut diselenggarakan ibadah yang besar, ibadah pekanan yaitu sholat Jumat yang sebelumnya diperlukan persiapan khusus, seperti mandi, bersih-bersih badan, dan berusaha tampil maksimal untuk menghadiri sholat Jumat. Sehingga wajar apabila hari terasa sempit untuk melakukan aktivitas lainnya dibandingkan hari-hari yang lain.

Hari Jumat Adalah Nikmat Khusus Bagi Kaum Muslim

Pembaca, hari Jumat merupakan nikmat yang Allah anugerahkan khusus bagi kaum muslimin.

Allah menjadikan hari Jumat sebagai hari raya pekanan bagi mereka. Continue reading “Jumat adalah Hari Ibadah, Hari Istimewa Bag. 1”

Islam, Cinta dan Hari Valentine

Saudaraku, cinta akan membawa sesuatu menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna, mengajarkan pada kita betapa besar kekuatan yang dihasilkannya. Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan..

Bisa kita lihat pada bahasan di atas bahwa Valentine’s Day merupakan peringatan “cinta kasih” yang diformalkan untuk mengenang sebuah peristiwa kematian seorang pendeta yang mati dalam sebuah penjara. Yang kemudian diabadikan oleh gereja lewat tangan Paus Gelasius. Maka merupakan sebuah kurang cerdas jika kaum muslim -dan secara khusus kalangan remajanya- ikut-ikut melestarikan budaya yang sama sekali tidak memiliki ikatan historis, emosional, dan religius dengan mereka. Keikutsertaan remaja muslim dalam “huru-hara” ini merupakan refleksi kekalahan mereka dalam sebuah pertarungan mempertahankan identitas dirinya. Continue reading “Islam, Cinta dan Hari Valentine”

Islam Bukan Teroris

Alangkah nista predikat yang disandang pada umat Islam di awal abad ke-21 ini. Umat Islam dituduh sebagai teroris, suatu fenomena yang sangat bertolak belakang dengan hakikat dan cita-cita Islam yang sesungguhnya. Allah SWT memberikan suatu nama yang Indah untuk agama ini yaitu Islam.

Dalam bahasa Arab kata Islam dapat berarti keselamatan, ketentraman, dan kedamaian. Arti ini sepadan dengan maksud dan tujuan Islam sebagaimana disyariatkan hanya pada dua keadaaan (alasan) : pertama, mempertahankan diri, kehormatan, harta benda, dan negara dari serangan musuh; kedua, mempertahankan dakwah di jalan Allah ketika ada musuh yang merintangi, melarang, dan mengancam keamanan dakwah. Bukan karena kebencian ataupun niat permusuhan. Continue reading “Islam Bukan Teroris”

Islam, Wayang dan Gapura Syahadat

Wayang kulit adalah salah satu wujud kebudayaan yang telah berkembang di Indonesia. Khususnya pulau Jawa. Sulit untuk mencabut suatu kebudayaan yang telah tertanam dengan begitu kuat kemudian diganti dengan kebudayaan yang bernafaskan Islam. Dalam suatu pertunjukan wayang kulit, biasanya menceritakan suatu lakon yang mengungkapkan suatu permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat dan cara penyelesaiannya. Lakon mempunyai maksud dan tujuan cerita yang dimainkan dalam wayang kulit (Poerwandarminta, 1995: 552)

Kata wayang (bahasa Jawa), bervariasi dengan kata bayang, yang berarti bayang-bayang atau bayangan. Wayang waktu itu berarti mempertunjukkan bayangan yang selanjutnya menjadi seni pentas bayang-bayang atau wayang. (Sri Mulyono, 1983. Simbolisme dan Mistisisme dalam Wayang. Jakarata: Gunung Agung,hal. 51). Continue reading “Islam, Wayang dan Gapura Syahadat”

Belajar dari Alam : Muhammad Kecil dan Kekuatan Aktifitas Alam

Keseharian yang rutinitas dirasakan semua insan, namun rutinitas yang berpola terkadang membuat kehidupan nampak datar. Sehingga kehidupan yang datar diperlukan temuan-temuan yang kreatif agar dapat memberikan hiasan keindahan pada kehidupan yang dilalui semua insan. Seringkali improvisasi-improvisasi yang dilakukan semua insan, untuk dapat mengisi suasana kehidupan yang mengejutkan, dilakukan dengan kejutan pula. Namun, saat ini kita perlu segera merapihkan setiap kejutan-kejutan itu mengarah pada hal-hal yang positif. Hal-hal yang positif itu bisa kita namakan “ kekuatan pengembangan karakter”. Darimana sajakah munculnya kekuatan tersebut???. Banyak cara sudah kita lakukan untuk membangkitkan kekuatan, kekuatan itu kali ini bisa kita munculkan melalui alam sekitar.

Alam sekitar merupakan guru yang memberikan pelajaran pada setiap insan. Tatkala Nabi kita Muhammad mengawali masa kecilnya tinggal di perkampungan bani sa’ad, Melalui alam lah Nabi kita pun belajar. Lalu kali ini dengan kondisi tempat tinggal kita yang minim sekali alam yang asri. Bagaimana cara menghidupkan kembali suasana alami untuk pembelajaran setiap insan???. Ada beberapa hal sudah dilakukan oleh para praktisi pendidikan antara lain :
Continue reading “Belajar dari Alam : Muhammad Kecil dan Kekuatan Aktifitas Alam”

Pengertian Agama dan Makna yang Terkandung di Dalamnya

Dalam agama terdapat aturan-aturan tentang bagaimana menjalani hidup di dunia ini baik hubungannya dengan sesama manusia, manusia dan lingkungannya dan manusia dengan tuhannya. Namun pada era sekarang ini banyak orang yang belum mengetahui bagaimana pengertian agama sendiri yang sebenarnya. Masyarakat kini hanya tahu menjalankan perintah-perintah agama sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

Ada banyak pengertian agama yang dikemukakan oleh para ahli. Secara etimologis dalam Bahasa sangsekerta, kata agama berasal dari kata gam yang berarti pergi. Kemudian dalam Bahasa Indonesia diberi awalan dan akhiran “a” sehingga menjadi kata agama yang berarti jalan. Dengan demikian kata agama berarti sebuah jalan untuk mencapai kebahagiaan.
Continue reading “Pengertian Agama dan Makna yang Terkandung di Dalamnya”