Menjadi Muslimah Yang Islami, Refleksi Jati Diri Wanita Muslimah

Sering kita saksikan dalam kehidupan nyata dimana sebagian wanita muslimah di zaman ini terasa telah meninggalkan kepribadiannya. Padahal tingkat pengetahuan muslimah sekarang ini jauh lebih baik dan lebih maju.

Lebih sedih lagi karena kita pun melihat kehidupan muslimah saat ini menjadi terasa aneh. Dikatakan aneh karena dalam beberapa hal begitu serius, tapi dalam hal-hal yang lain sangat jauh dari nilai-nilai agama.

Sebagai contoh, kita bisa menyaksikan seorang wanita muslimah, sangat serius melaksanakan syiar-syiar Islam (melakukan dakwah) dan begitu bersemangat menghadiri majelis-majelis ilmu, tapi tidak menjaga lisannya dari ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba). Continue reading “Menjadi Muslimah Yang Islami, Refleksi Jati Diri Wanita Muslimah”

Kontroversi Hari Valentine’s Day

Kamu akan meniru-niru  tradisi (buruk) umat terdahulu sejengkal demi sejengkal,

hingga seandainya mereka memasuki liang biawak pun kamu akan ikut-ikutan memasukinya

-HR. Bukhari & Muslim-

 

Valentine’s Day (VD) selama ini banyak dipersepsikan utamanya oleh kawula muda sebagai hari besar cinta dan kasih sayang. Tidak sedikit yang menjadikan hari tersebut sebagai momentum untuk menyatakan cinta kepada orang yang dicintai. Berbagai model pesta cinta diadakan di mana-mana. Ironisnya tak jarang remaja-remaja muslim ikut-ikutan merayakannya dengan cara-cara yang jauh dari etika keislaman atau bahkan diharamkan. Continue reading “Kontroversi Hari Valentine’s Day”

Ketika Ikhlas Berbicara

“Dia (Iblis) berkata: Maka dengan kemahaperkasaan-Mu akan kuperdaya mereka (umat manusia); kecuali hamba-hamba-Mu dari mereka yang dianugerahi keikhlasan” [Alquran, QS. Shad, 38: 82-83] Kata ikhlas lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari. Arti atau makna yang dimaksudkan pun beragam. Antara lain ialah menunjukkan arti ”rela; memberi dengan sepenuh hati; tabah menghadapi musibah; mau menerima kenyataan; merasa cukup dengan rezeki yang didapat; dan seterusnya”. ”Sudahlah. Ikhlaskan saja. Toh jumlah nominalnya tak seberapa”. ”Berarti anda sewaktu memberikan hadiah itu kepadaku tidak benar-benar ikhlas ya. Pantas saja sering diungkit-ungkit”. ”Ini adalah musibah. Hadapi saja dengan penuh keikhlasan”. ”Meski tahu kalau ini salah dan dosa, tapi saya ikhlas menjalaninya demi masa depan anak-anak saya”.

Itulah beberapa contoh penggunaan kata ikhlas dengan ragam artinya yang berbeda-beda. Dalam KBBI sendiri, ikhlas diartikan ”bersih hati; tulus hati”, semisal dalam ungkapan ”memberi pertolongan dengan ikhlas —artinya setulus hati, tanpa pamrih”. Sementara itu, keikhlasan dijabarkan sebagai ”ketulusan hati; kejujuran; kerelaan”. Ditelusuri secara filologis, kata ikhlas sejatinya adalah serapan dari kata Arab: al-ikhlash, bentukan huruf dasar kha’-lam-shad, yang simpul maknanya menunjukkan ”keadaan sesuatu yang murni, tak tercampuri hal yang membuat buruk, tulus, merupakan saripati, dan bergerak lancar atau bebas tanpa hambatan”. Continue reading “Ketika Ikhlas Berbicara”

Lapang Sikapi Perbedaan

Ditulis Oleh: Umar Fayumi – IbadahNews

“Dan Kami (Allah) tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali menjadi rahmat bagi alam semesta” -Alquran, QS. Al-Anbiya’, 21:107-

Islam diturunkan sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, yakni menebarkan rahmat dan perdamaian bagi alam semesta. Ide dasar perdamaian ini merupakan satu di antara prinsip-prinsip utama ajaran Islam yang membingkai seluruh aspek dan sendi tatanannya, termasuk yang berkaitan dengan masalah akidah atau keyakinan.

Bertolak dari ide dasar tersebut Islam mengajarkan toleransi antar umat beragama sebagaimana sabda Nabi: ”Agama yang paling disukai Allah adalah yang lurus dan lapang (toleran)” [HR. Bukhari di al-Adab al-Mufrad, dan Ahmad]. Continue reading “Lapang Sikapi Perbedaan”

Istiqomahlah..

Istiqomahlah…

Saudaraku
Hidup kita ini, sesungguhnya hanya meniti jarak menuju titik kematian. Melewati waktu yang kian lama membawa kita pada keadaan yang makin mendekat dengan maut. Menghabisi sisa usia yang terus menerus berkurang dan kian sedikit, hingga mencapai ajal di akhirnya.

Maka, masalah terbesar dan paling serius dari perjalanan ini adalah, ada di mana kaki kita melangkah. Persoalan paling penting selama rentang waktu hidup ini adalah bagaimana perilaku kita hingga kaki ada di ujung batas usia tak pernah kita tahu. Orang-orang shalih menyebut proses perjalanan usia yang dilakukan dengan benar hingga ajal dengan ungkapan: istiqamah. Continue reading “Istiqomahlah..”

Star Performance dan Dorongan Berprestasi

Motivasi Star Performance

Orang-orang yang memiliki motivasi tinggi ini oleh Goleman disebut sebagai star performance. Mereka ini biasanya memiliki dorongan berprestasi, berkomitmen tinggi, berinisiatif, dan selalu optimis.

Dorongan Berprestasi

Kata Jim Ryan Motivasi merupakan sesuatu yang membuat anda mulai melangkah. Sedangkan kebiasaan adalah apa yang membuat anda terus melangkah/motivation is what gets you started. Habit is what keeps you going. Continue reading “Star Performance dan Dorongan Berprestasi”

Motivasi, Definisi dan Penjabarannya

Manusia diciptakan lebih sempurna daripada makhluk lain. Kesempurnaan ciptaan ini tidak saja pada penciptaan keras/hardware seperti tangan, kaki, telinga, mata dan lainnya. Kesempurnaan itu juga pada penciptaan perangkat lunak/software seperti hati nurani, akal, dan nafsu.

Dengan perangkat-perangkat itu, manusia bisa menggali potensi diri dan mengembangkannya secara optimal. Dalam hal ini kadang manusia kurang menyadari bahwa dalam diri mereka terdapat kekuatan dahsyat yang dapat ditumbuhkembangkan lebih lanjut. Di sinilah perlunya manusia itu memotivasi diri untuk berkembang dan berprestasi. Continue reading “Motivasi, Definisi dan Penjabarannya”

Tiga Kunci Sukses, Sebuah Inspirasi Dari Al Quran

Al Quran adalah lautan ide. Samudra inspirasi menggali energi Al Quran. Di sanalah Power of Winner terus menyala. Al Quran adalah lautan ilmu yang tidak pernah tidak pernah kering. Sudahkah kita tundukkan hati untuk menggali inspirasi kemenangan dalam membangun kebahagiaan dunia dan akhirat?

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab (Al Quran) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.” (QS 35 : 29) Continue reading “Tiga Kunci Sukses, Sebuah Inspirasi Dari Al Quran”

Hubungan Baik Dengan Masyarakat Bag. 1

“Kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, mengunjungi orang sakit, mengiringkan jenazah, memenuhi undangan, dan menjawab orang bersin”

(HR Khamsah)

Selain dengan tamu dan tetangga, seorang muslim harus dapat berhubungan baik dengan masyarakat yang lebih luas, baik di lingkungan pendidikan, kerja, sosial dan lingkungan lainnya. Baik dengan orang-orang yang seagama, maupun dengan pemeluk agama lainnya.

Hubungan baik dengan masyarakat diperlukan karena tidak ada seorangpun yang dapat hidup tanpa bantuan masyarakat. Lagi pula hidup bermasyarakat sudah merupakan fitrah manusia. Dalam surat Al Hujurat ayat 13 dinyatakan bahwa manusia diciptakan dari lelaki dan perempuan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar mereka saling kenal mengenal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, menurut Al Quran, manusia secara fitrah adalah makhluk sosial dan hidup bermasyarakat merupakan suatu keniscayaan bagi mereka. Continue reading “Hubungan Baik Dengan Masyarakat Bag. 1”

Seberapa Pentingkah Shalat Bagi Kita?

Fitrah manusia akan mendahulukan apa saja yang dianggap penting. Misalnya saja menurut kita makan itu penting daripada tidur, maka kita akan mendahulukan makan daripada tidur, sebaliknya jika tidur itu lebih penting daripada makan, maka kita akan mendahulukan tidur daripada makan. Pertanyaannya adalah, apakah kita merasa melakukan makan dan minum itu secara terpaksa? Apakah ada yang memaksa kita untuk melakukan hal tersebut? Apakah kita santai-santai saja saat menjalankan itu semua tanpa ada rasa tertekan? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Begitulah manusia, kalau sudah menganggap sesuatu lebih penting, maka ia akan menganggap itu sebagai kebutuhan untuk dirinya. Apapun itu, baik suatu pekerjaan atau yang lainnya, jika hal itu merupakan hal yang penting bagi dirinya, tentu ia akan segera mengerjakan hal tersebut dan tidak menduakannya. Nah, sholat juga seperti itu, kalau seandainya kita menganggap sholat itu penting, maka kita akan mendahulukan amalan ini daripada amalan yang lain. Continue reading “Seberapa Pentingkah Shalat Bagi Kita?”