Berkaca Dengan Sang Teladan. Sayyidina Muhammad SAW

Cobalah kita sedikit menengok bagaimana keadaan gaya hidup Rasulullah, pemimpin seluruh anak Adam. Beliau lah orang yang yang paling mengerti hakekat dunia dan akhirat, beliau pula orang yang paling mengerti kadar masing-masing, cara menghargainya,, dan bagaimana menyikapinya.

Dikisahkan oleh Umar bin Khattab dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim, Umar menceritakan sepenggal kondisi Rasulullah “Ketika itu beliau terbaring di atas tikar, aku pun duduk. Lalu beliau menurunkan bajunya. Dan beliau tidak memiliki baju selain baju tersebut. Ternyata, tikar tersebut telah membekas pada punggung beliau. Aku melihat lemari beliau, di dalamnya hanya ada segenggam tepung seukuran satu Sha’ (sekitar 2,5 atau 3 kg), sejenis daun untuk menyamak di pojok ruangan, dan selembar kulit yang telah disamak. Maka mengalirlah air mataku.” Continue reading “Berkaca Dengan Sang Teladan. Sayyidina Muhammad SAW”

Macam-Macam Tipe Manusia Terkait Kesabaran

Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -Rahimahullah- manusia terbagi dalam beberapa tipe saat menghadapi kehidupan dikaitkan dengan kesabaran, yaitu;
1. Ahli Sabar dan Taqwa, mereka adalah orang-orang yang diberi karunia nikmat oleh Allah dari orang-orang yang bahagia di dunia dan akhirat.

Contoh pribadi yang semacam ini adalah Nabi Ayyub AS beliau awalnya adalah seorang yang kaya raya memiliki harta yang banyak. Beliau adalah seorang yang sangat dermawan, setiap hari beliau berkeliling kampung untuk mencari orang yang membutuhkan santunannya. Continue reading “Macam-Macam Tipe Manusia Terkait Kesabaran”

Yazid Bin Muawiyah: Kami Takut Terhadap Jawa

Sejarah Baru Dinasti Tang (618-907) mencatat telah terjalin hubungan antara Jawa dengan Arab tahun 674. Hubungan itu mengarah pada gesekan kepentingan yang mengarah pada terjadinya konflik, sekalipun dalam tingkat yang minimal.

Yazid Bin Muawiyah Khalifah Kedua Bani Umayyah Sebagai Pangeran Arab

Sejarah Baru Dinasti Tang (618-907):

Pada 674 penduduk negeri ini mengangkat seorang wanita bernama Zi-ma menjadi ratu mereka. Pemerintahannya sangat bagus, bahkan barang-barang yang terjatuh di jalan tidak akan ada yang mengambilnya. Mendengar hal ini seorang pangeran bangsa Arab (Da-zi) mengirimkan sebuah tas berisi uang dan meletakkannya di perbatasan negara sang Ratu. Orang-orang yang melewati tas ini selalu menghindarinya. Tas itu tetap ada di sana selama tiga tahun. Suatu ketika, putra mahkota melangkahi emas tersebut. Xi-ma begitu marah dan ingin membunuh sang putra mahkota. Para menterinya menolak keinginan itu dan akhirnya Xi-ma berkata: “Kesalahanmu terletak di kakimu, karena itu sudah memadai jika kakimu di potong.” Continue reading “Yazid Bin Muawiyah: Kami Takut Terhadap Jawa”

Kaum Hawa Pengubah Dunia

Sejarah mencatat, selalu saja ada perempuan-perempuan hebat
di balik kisah orang-orang hebat.

Pepatah Arab-Islam abad pertengahan yang cukup terkenal menyebutkan, al-mar’ah ‘imaad al-bilaad, perempuan adalah tiang negara. Semakin banyak perempuan-perempuan agung hadir dan berpartisipasi membangun sebuah negeri, semakin cepat pula kejayaan dan kemakmuran negeri itu akan diraih.

Perjuangan Hawa

Merujuk sejarah awal manusia kita temukan fakta bahwa yang berjuang membangun sendi-sendi kehidupan pertama umat manusia di bumi bukan hanya Adam, tetapi juga Hawa. Sesaat setelah diturunkan ke bumi Adam dan Hawa sempat berpisah sekian lamanya hingga akhirnya bertemu atau berkumpul kembali.

Inilah awal kisah perjuangan dan pengorbanan manusia demi cinta, dan selanjutnya demi membangun keluarga sakinah, hingga membentuk komunitas manusia yang dibingkai dengan nilai-nilai ta’aaruf (saling mengenal dan menghargai) dan rahmah (kasih sayang, memberi kedamaian, dan berkorban tanpa pamrih untuk kebaikan bersama).

Kisah petualangan Hawa yang harus berjuang sendirian mencari Adam untuk kemudian bersama-sama membangun sejarah kemanusiaan di muka bumi yang belum dihuni manusia lain kecuali mereka berdua sejatinya merupakan potret pengorbanan maha dahsyat pertama yang pernah ditorehkan oleh sejarah panjang perjuangan dan pengorbanan kaum perempuan. Continue reading “Kaum Hawa Pengubah Dunia”

Kontroversi Hari Valentine’s Day

Kamu akan meniru-niru  tradisi (buruk) umat terdahulu sejengkal demi sejengkal,

hingga seandainya mereka memasuki liang biawak pun kamu akan ikut-ikutan memasukinya

-HR. Bukhari & Muslim-

 

Valentine’s Day (VD) selama ini banyak dipersepsikan utamanya oleh kawula muda sebagai hari besar cinta dan kasih sayang. Tidak sedikit yang menjadikan hari tersebut sebagai momentum untuk menyatakan cinta kepada orang yang dicintai. Berbagai model pesta cinta diadakan di mana-mana. Ironisnya tak jarang remaja-remaja muslim ikut-ikutan merayakannya dengan cara-cara yang jauh dari etika keislaman atau bahkan diharamkan. Continue reading “Kontroversi Hari Valentine’s Day”

Wanita Dalam Dunia Politik

Dalam sejarah Islam, beberapa shahabiyah pada zaman Rasulullah kiranya dapat menjadi acuan untuk menempatkan wanita dalam berpolitik. Misalnya Nusaibah dicatat terlibat dalam dua kali Bai’ah. Syifa menjadi kepala pasar pada masa Khalifah Umar. Ummu Salamah memberikan saran pada Rasulullah pada perjanjian Hudaibiyah. Ini menandakan peran wanita dalam politik Islam mendapat tempat.

Tidak Hanya Sebatas Keterwakilan
Selama ini, banyak pandangan yang menempatkan kurangnya jumlah perempuan dalam partai politik, dapat memarjinalisasikan aspirasi perempuan di masyarakat luas. Pada akhirnya mereka akan tidak diprioritaskan dalam partai politik tersebut. Pandangan ini kiranya harus disingkirkan. Pandangan hitam putih ini menyebabkan adanya ketidakharmonisan dalam bernegara. Continue reading “Wanita Dalam Dunia Politik”

Islam, Cinta dan Hari Valentine

Saudaraku, cinta akan membawa sesuatu menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna, mengajarkan pada kita betapa besar kekuatan yang dihasilkannya. Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan..

Bisa kita lihat pada bahasan di atas bahwa Valentine’s Day merupakan peringatan “cinta kasih” yang diformalkan untuk mengenang sebuah peristiwa kematian seorang pendeta yang mati dalam sebuah penjara. Yang kemudian diabadikan oleh gereja lewat tangan Paus Gelasius. Maka merupakan sebuah kurang cerdas jika kaum muslim -dan secara khusus kalangan remajanya- ikut-ikut melestarikan budaya yang sama sekali tidak memiliki ikatan historis, emosional, dan religius dengan mereka. Keikutsertaan remaja muslim dalam “huru-hara” ini merupakan refleksi kekalahan mereka dalam sebuah pertarungan mempertahankan identitas dirinya. Continue reading “Islam, Cinta dan Hari Valentine”

Islam, Wayang dan Gapura Syahadat

Wayang kulit adalah salah satu wujud kebudayaan yang telah berkembang di Indonesia. Khususnya pulau Jawa. Sulit untuk mencabut suatu kebudayaan yang telah tertanam dengan begitu kuat kemudian diganti dengan kebudayaan yang bernafaskan Islam. Dalam suatu pertunjukan wayang kulit, biasanya menceritakan suatu lakon yang mengungkapkan suatu permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat dan cara penyelesaiannya. Lakon mempunyai maksud dan tujuan cerita yang dimainkan dalam wayang kulit (Poerwandarminta, 1995: 552)

Kata wayang (bahasa Jawa), bervariasi dengan kata bayang, yang berarti bayang-bayang atau bayangan. Wayang waktu itu berarti mempertunjukkan bayangan yang selanjutnya menjadi seni pentas bayang-bayang atau wayang. (Sri Mulyono, 1983. Simbolisme dan Mistisisme dalam Wayang. Jakarata: Gunung Agung,hal. 51). Continue reading “Islam, Wayang dan Gapura Syahadat”

Belajar dari Alam : Muhammad Kecil dan Kekuatan Aktifitas Alam

Keseharian yang rutinitas dirasakan semua insan, namun rutinitas yang berpola terkadang membuat kehidupan nampak datar. Sehingga kehidupan yang datar diperlukan temuan-temuan yang kreatif agar dapat memberikan hiasan keindahan pada kehidupan yang dilalui semua insan. Seringkali improvisasi-improvisasi yang dilakukan semua insan, untuk dapat mengisi suasana kehidupan yang mengejutkan, dilakukan dengan kejutan pula. Namun, saat ini kita perlu segera merapihkan setiap kejutan-kejutan itu mengarah pada hal-hal yang positif. Hal-hal yang positif itu bisa kita namakan “ kekuatan pengembangan karakter”. Darimana sajakah munculnya kekuatan tersebut???. Banyak cara sudah kita lakukan untuk membangkitkan kekuatan, kekuatan itu kali ini bisa kita munculkan melalui alam sekitar.

Alam sekitar merupakan guru yang memberikan pelajaran pada setiap insan. Tatkala Nabi kita Muhammad mengawali masa kecilnya tinggal di perkampungan bani sa’ad, Melalui alam lah Nabi kita pun belajar. Lalu kali ini dengan kondisi tempat tinggal kita yang minim sekali alam yang asri. Bagaimana cara menghidupkan kembali suasana alami untuk pembelajaran setiap insan???. Ada beberapa hal sudah dilakukan oleh para praktisi pendidikan antara lain :
Continue reading “Belajar dari Alam : Muhammad Kecil dan Kekuatan Aktifitas Alam”

Wayang dan Kehati-hatian Para Wali

Inilah yang dilakukan oleh para wali. Ketika wayang merupakan salah satu sarana yang efektif untuk memasukkan nilai-nilai islam pada masyarakat. Maka, mereka berfikir keras untuk menjadikan wayang sarana yang bisa digunakan untuk memasukkan nilai-nilai keislaman tetapi tidak melanggar syariat islam yang mereka pelajari.

Bukti kehati-hatian mereka adalah ditunjukkan dari awal melihat bentuk wayang-wayang yang sudah menyebar pada zaman itu. Para wali membuat beberapa penyesuaian dari bentuk dan model wayang yang sudah ada zaman itu. Langkah yang dilakukan oleh para wali adalah dengan merubah penampilan wayang. Dari wayang yang awalnya berbentuk menyerupai manusia menjadi wayang yang wajahnya miring,lehernya panjang, lengannya panjang, kakinya pendek dan bahannya terbuat dari kulit kerbau. Continue reading “Wayang dan Kehati-hatian Para Wali”