Berkaca Dengan Sang Teladan. Sayyidina Muhammad SAW

Cobalah kita sedikit menengok bagaimana keadaan gaya hidup Rasulullah, pemimpin seluruh anak Adam. Beliau lah orang yang yang paling mengerti hakekat dunia dan akhirat, beliau pula orang yang paling mengerti kadar masing-masing, cara menghargainya,, dan bagaimana menyikapinya.

Dikisahkan oleh Umar bin Khattab dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim, Umar menceritakan sepenggal kondisi Rasulullah “Ketika itu beliau terbaring di atas tikar, aku pun duduk. Lalu beliau menurunkan bajunya. Dan beliau tidak memiliki baju selain baju tersebut. Ternyata, tikar tersebut telah membekas pada punggung beliau. Aku melihat lemari beliau, di dalamnya hanya ada segenggam tepung seukuran satu Sha’ (sekitar 2,5 atau 3 kg), sejenis daun untuk menyamak di pojok ruangan, dan selembar kulit yang telah disamak. Maka mengalirlah air mataku.” Continue reading “Berkaca Dengan Sang Teladan. Sayyidina Muhammad SAW”

Yazid Bin Muawiyah: Kami Takut Terhadap Jawa

Sejarah Baru Dinasti Tang (618-907) mencatat telah terjalin hubungan antara Jawa dengan Arab tahun 674. Hubungan itu mengarah pada gesekan kepentingan yang mengarah pada terjadinya konflik, sekalipun dalam tingkat yang minimal.

Yazid Bin Muawiyah Khalifah Kedua Bani Umayyah Sebagai Pangeran Arab

Sejarah Baru Dinasti Tang (618-907):

Pada 674 penduduk negeri ini mengangkat seorang wanita bernama Zi-ma menjadi ratu mereka. Pemerintahannya sangat bagus, bahkan barang-barang yang terjatuh di jalan tidak akan ada yang mengambilnya. Mendengar hal ini seorang pangeran bangsa Arab (Da-zi) mengirimkan sebuah tas berisi uang dan meletakkannya di perbatasan negara sang Ratu. Orang-orang yang melewati tas ini selalu menghindarinya. Tas itu tetap ada di sana selama tiga tahun. Suatu ketika, putra mahkota melangkahi emas tersebut. Xi-ma begitu marah dan ingin membunuh sang putra mahkota. Para menterinya menolak keinginan itu dan akhirnya Xi-ma berkata: “Kesalahanmu terletak di kakimu, karena itu sudah memadai jika kakimu di potong.” Continue reading “Yazid Bin Muawiyah: Kami Takut Terhadap Jawa”

Kaum Hawa Pengubah Dunia

Sejarah mencatat, selalu saja ada perempuan-perempuan hebat
di balik kisah orang-orang hebat.

Pepatah Arab-Islam abad pertengahan yang cukup terkenal menyebutkan, al-mar’ah ‘imaad al-bilaad, perempuan adalah tiang negara. Semakin banyak perempuan-perempuan agung hadir dan berpartisipasi membangun sebuah negeri, semakin cepat pula kejayaan dan kemakmuran negeri itu akan diraih.

Perjuangan Hawa

Merujuk sejarah awal manusia kita temukan fakta bahwa yang berjuang membangun sendi-sendi kehidupan pertama umat manusia di bumi bukan hanya Adam, tetapi juga Hawa. Sesaat setelah diturunkan ke bumi Adam dan Hawa sempat berpisah sekian lamanya hingga akhirnya bertemu atau berkumpul kembali.

Inilah awal kisah perjuangan dan pengorbanan manusia demi cinta, dan selanjutnya demi membangun keluarga sakinah, hingga membentuk komunitas manusia yang dibingkai dengan nilai-nilai ta’aaruf (saling mengenal dan menghargai) dan rahmah (kasih sayang, memberi kedamaian, dan berkorban tanpa pamrih untuk kebaikan bersama).

Kisah petualangan Hawa yang harus berjuang sendirian mencari Adam untuk kemudian bersama-sama membangun sejarah kemanusiaan di muka bumi yang belum dihuni manusia lain kecuali mereka berdua sejatinya merupakan potret pengorbanan maha dahsyat pertama yang pernah ditorehkan oleh sejarah panjang perjuangan dan pengorbanan kaum perempuan. Continue reading “Kaum Hawa Pengubah Dunia”

Wanita Dalam Dunia Politik

Dalam sejarah Islam, beberapa shahabiyah pada zaman Rasulullah kiranya dapat menjadi acuan untuk menempatkan wanita dalam berpolitik. Misalnya Nusaibah dicatat terlibat dalam dua kali Bai’ah. Syifa menjadi kepala pasar pada masa Khalifah Umar. Ummu Salamah memberikan saran pada Rasulullah pada perjanjian Hudaibiyah. Ini menandakan peran wanita dalam politik Islam mendapat tempat.

Tidak Hanya Sebatas Keterwakilan
Selama ini, banyak pandangan yang menempatkan kurangnya jumlah perempuan dalam partai politik, dapat memarjinalisasikan aspirasi perempuan di masyarakat luas. Pada akhirnya mereka akan tidak diprioritaskan dalam partai politik tersebut. Pandangan ini kiranya harus disingkirkan. Pandangan hitam putih ini menyebabkan adanya ketidakharmonisan dalam bernegara. Continue reading “Wanita Dalam Dunia Politik”

Rafidah Al-Aslamiyah : Dermawan Pemilik Tenda Medis

Sosok wanita muslimah ini bernama lengkap Rafidah binti Sa’ad Al-Aslamiyyah Bani Aslam, Anshar adalah asalnya.

Rafidah termasuk wanita yang terpelajar di kalangannya yang mana pada waktu itu mayoritas muslimah tidak bisa baca tulis(ummi), Rafida r.a. mahir membaca dan menulis. Ia terkenal seantero Madinah karena Rafida memiliki keahlian dalam perawatan kesehatan dan kedokteran. Continue reading “Rafidah Al-Aslamiyah : Dermawan Pemilik Tenda Medis”