Keutamaan Sabar

“Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”
(QS Ali Imran : 200)

Sifat Orang Mukmin
Orang mukmin adalah manusia yang paling beruntung dibanding manusia-manusia yang lain sebab ia memiliki sifat yang luar biasa baik dan menguntungkan. Di mana sifat-sifat itu tercermin pada perilakunya dalam menghadapinya berbagai permasalahan apa pun yaitu :

Pertama, apabila mendapatkan kenikmatan dia senantiasa bersyukur. Kedua, apabila mendapatkan musibah dia bersabar. Ketiga, apabila bersalah yaitu melakukan perbuatan dosa ia beristighfar. Continue reading “Keutamaan Sabar”

Membangun Masyarakat Berdasarkan Tatanan Rabbaniyah (2)

Konsep kekusaaan itu merembet pada doktrin ekonomi. Karena segala sesuatu adalah milik Allah, maka Allah adalah sumber rezeki dari siapa manusia bisa memperolehnya secara langsung dengan bekerja atau berusaha. Dalam sistem kerajaan, anggota masyarakat mengabdi kepada raja, dan dalam sistem etatis, warga masyarakat mengabdi kepada negara. Al Quran menentang konsep ini.
Pada ayat 212 surat Al Baqarah dinyatakan juga bahwa di lain pihak Allah memberikan rezeki kepada siapa saja yang Ia kehendaki (menurut hasil usahanya) dan di lain pihak ditegaskan bahwa Allah itu memberi rezeki tanpa hitungan, alias tidak terbatas.

Dalam surat Al Hijr : 20 dinyatakan juga bahwa “bumi merupakan arena untuk menciptakan mata kehidupan”, dalam bentuk mana Allah memberikan rezeki kepada manusia. Tetapi dalam mencari rezeki itu, manusia perlu membuat aturan yang dapat disepakati bersama sehingga manusia tidak perlu memperoleh kekayaan dengan cara yang tidak sah atau tidak benar (QS An Nisa : 49). Continue reading “Membangun Masyarakat Berdasarkan Tatanan Rabbaniyah (2)”

Kontroversi Hari Valentine’s Day

Kamu akan meniru-niru  tradisi (buruk) umat terdahulu sejengkal demi sejengkal,

hingga seandainya mereka memasuki liang biawak pun kamu akan ikut-ikutan memasukinya

-HR. Bukhari & Muslim-

 

Valentine’s Day (VD) selama ini banyak dipersepsikan utamanya oleh kawula muda sebagai hari besar cinta dan kasih sayang. Tidak sedikit yang menjadikan hari tersebut sebagai momentum untuk menyatakan cinta kepada orang yang dicintai. Berbagai model pesta cinta diadakan di mana-mana. Ironisnya tak jarang remaja-remaja muslim ikut-ikutan merayakannya dengan cara-cara yang jauh dari etika keislaman atau bahkan diharamkan. Continue reading “Kontroversi Hari Valentine’s Day”

Ketika Ikhlas Berbicara

“Dia (Iblis) berkata: Maka dengan kemahaperkasaan-Mu akan kuperdaya mereka (umat manusia); kecuali hamba-hamba-Mu dari mereka yang dianugerahi keikhlasan” [Alquran, QS. Shad, 38: 82-83] Kata ikhlas lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari. Arti atau makna yang dimaksudkan pun beragam. Antara lain ialah menunjukkan arti ”rela; memberi dengan sepenuh hati; tabah menghadapi musibah; mau menerima kenyataan; merasa cukup dengan rezeki yang didapat; dan seterusnya”. ”Sudahlah. Ikhlaskan saja. Toh jumlah nominalnya tak seberapa”. ”Berarti anda sewaktu memberikan hadiah itu kepadaku tidak benar-benar ikhlas ya. Pantas saja sering diungkit-ungkit”. ”Ini adalah musibah. Hadapi saja dengan penuh keikhlasan”. ”Meski tahu kalau ini salah dan dosa, tapi saya ikhlas menjalaninya demi masa depan anak-anak saya”.

Itulah beberapa contoh penggunaan kata ikhlas dengan ragam artinya yang berbeda-beda. Dalam KBBI sendiri, ikhlas diartikan ”bersih hati; tulus hati”, semisal dalam ungkapan ”memberi pertolongan dengan ikhlas —artinya setulus hati, tanpa pamrih”. Sementara itu, keikhlasan dijabarkan sebagai ”ketulusan hati; kejujuran; kerelaan”. Ditelusuri secara filologis, kata ikhlas sejatinya adalah serapan dari kata Arab: al-ikhlash, bentukan huruf dasar kha’-lam-shad, yang simpul maknanya menunjukkan ”keadaan sesuatu yang murni, tak tercampuri hal yang membuat buruk, tulus, merupakan saripati, dan bergerak lancar atau bebas tanpa hambatan”. Continue reading “Ketika Ikhlas Berbicara”

Hubungan Baik Dengan Masyarakat Bag. 2

  1. Mengabulkan Undangan

Undang mengundang sudah menjadi tradisi dalam pergaulan bermasyarakat. Yang mengundang akan kecewa bila undangannya tidak dikabulkan, dan akan lebih kecewa lagi bila yang berhalangan hadir tidak memberi kabar apa-apa. Oleh sebab itu seorang muslim sangat dianjurkan memenuhi berbagai undangan yang diterimanya (menghadiri pengajian, rapat, aqiqahan, dan lain sebagainya) selama tidak ada halangan, dan acara-acara tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Khusus untuk undangan walimahan (resepsi perkawinan) seorang muslim wajib menghadirinya. Rasulullah bersabda;

“Apabila seseorang di antara kamu diundang menghadiri walimahan, maka hendaklah dia menghadirinya” (H. Muttafaqun ‘Alaih) Continue reading “Hubungan Baik Dengan Masyarakat Bag. 2”

Hubungan Baik Dengan Masyarakat Bag. 1

“Kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, mengunjungi orang sakit, mengiringkan jenazah, memenuhi undangan, dan menjawab orang bersin”

(HR Khamsah)

Selain dengan tamu dan tetangga, seorang muslim harus dapat berhubungan baik dengan masyarakat yang lebih luas, baik di lingkungan pendidikan, kerja, sosial dan lingkungan lainnya. Baik dengan orang-orang yang seagama, maupun dengan pemeluk agama lainnya.

Hubungan baik dengan masyarakat diperlukan karena tidak ada seorangpun yang dapat hidup tanpa bantuan masyarakat. Lagi pula hidup bermasyarakat sudah merupakan fitrah manusia. Dalam surat Al Hujurat ayat 13 dinyatakan bahwa manusia diciptakan dari lelaki dan perempuan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar mereka saling kenal mengenal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, menurut Al Quran, manusia secara fitrah adalah makhluk sosial dan hidup bermasyarakat merupakan suatu keniscayaan bagi mereka. Continue reading “Hubungan Baik Dengan Masyarakat Bag. 1”

Islam Bukan Teroris

Alangkah nista predikat yang disandang pada umat Islam di awal abad ke-21 ini. Umat Islam dituduh sebagai teroris, suatu fenomena yang sangat bertolak belakang dengan hakikat dan cita-cita Islam yang sesungguhnya. Allah SWT memberikan suatu nama yang Indah untuk agama ini yaitu Islam.

Dalam bahasa Arab kata Islam dapat berarti keselamatan, ketentraman, dan kedamaian. Arti ini sepadan dengan maksud dan tujuan Islam sebagaimana disyariatkan hanya pada dua keadaaan (alasan) : pertama, mempertahankan diri, kehormatan, harta benda, dan negara dari serangan musuh; kedua, mempertahankan dakwah di jalan Allah ketika ada musuh yang merintangi, melarang, dan mengancam keamanan dakwah. Bukan karena kebencian ataupun niat permusuhan. Continue reading “Islam Bukan Teroris”

Pengertian Negara Beserta Syarat Adanya Suatu Negara

Negara merupakan suatu tempat dimana terdapat beberapa kelompok masyarakat di dalamnya yang memiliki kekuasaan dalam bidang ekonomi, politik, social, budaya dan militer. Syarat utama adanya suatu Negara menurut Mac Iver ada tiga, yaitu adanya wilayah, penduduk atau masyarakat, dan pemerintahan yang mengatur. Yang dimaksud wilayah disini adalah tempat dimana masyarakat atau penduduk yang ada bertempat tinggal dalam batas dan periode yang jelas. Meliputi wilayah daratan dan wilayah perairan.

Pengertian Negara | Wilayah Kekuasaan
Sedangkan penduduk adalah orang yang bertempat tinggal di dalam suatu wilayah dan periode atau waktu tertentu sehingga dapat dikatakan sebagai anggota dari suatu Negara. Dan pemerintahan adalah suatu suatu kelompok dari masyarakat yang dipilih untuk mengatur jalannya kegiatan-kegiatan kenegaraan. Penguasa tertinggi dalam suatu Negara adalah pemerintahan. Continue reading “Pengertian Negara Beserta Syarat Adanya Suatu Negara”

Hakikat Keadilan Dan Urgensinya

Oleh:  Syaikh Abdul Ghoni ‘Ausat al-Jaza`iri – hafizhohulloh wa ro’aahu

Segala puji hanya milik Alloh yang maha adil dan maha menjelaskan. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rosul-Nya, orang yang paling adil di antara seluruh makhluk, juga kepada keluarga beliau dan para sahabat beliau yang terpercaya nan adil, yang menghukumi dengan kebenaran dan bersikap adil, juga kepada siapa saja yang mengikuti petunjuk beliau, berpegang dengan sunnah beliau, dan menjadikan keadilan sebagai akhlaknya dalam urusan dunia dan agama. Amma ba’du.

Sesungguhnya keadilan adalah tatanan aturan untuk segala hal, penegak setiap urusan, dan timbangan seluruh hukum. Di atas keadilan inilah bumi dan langit akan tegak. Berbagai syariat dan risalah telah datang membawa keadilan. Alloh telah menurunkan kitab-kitabNya dengan keadilan, mengutus para rosul-Nya dengan keadilan dan memerintah makhluk-Nya untuk berbuat adil. Continue reading “Hakikat Keadilan Dan Urgensinya”