Membangun Masyarakat Berdasarkan Tatanan Rabbaniyah (2)

Konsep kekusaaan itu merembet pada doktrin ekonomi. Karena segala sesuatu adalah milik Allah, maka Allah adalah sumber rezeki dari siapa manusia bisa memperolehnya secara langsung dengan bekerja atau berusaha. Dalam sistem kerajaan, anggota masyarakat mengabdi kepada raja, dan dalam sistem etatis, warga masyarakat mengabdi kepada negara. Al Quran menentang konsep ini.
Pada ayat 212 surat Al Baqarah dinyatakan juga bahwa di lain pihak Allah memberikan rezeki kepada siapa saja yang Ia kehendaki (menurut hasil usahanya) dan di lain pihak ditegaskan bahwa Allah itu memberi rezeki tanpa hitungan, alias tidak terbatas.

Dalam surat Al Hijr : 20 dinyatakan juga bahwa “bumi merupakan arena untuk menciptakan mata kehidupan”, dalam bentuk mana Allah memberikan rezeki kepada manusia. Tetapi dalam mencari rezeki itu, manusia perlu membuat aturan yang dapat disepakati bersama sehingga manusia tidak perlu memperoleh kekayaan dengan cara yang tidak sah atau tidak benar (QS An Nisa : 49). Continue reading “Membangun Masyarakat Berdasarkan Tatanan Rabbaniyah (2)”

Membangun Masyarakat Berdasarkan Tatanan Rabbaniyah (1)

“Wahai manusia mengabdilah (hanya) kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan generasi sebelum kamu, agar kamu dapat menjaga diri dari kejahatan dan menetapi apa yang menjadi kewajiban (taqwa). Tuhan yang membuat bumi sebagai tempat peristirahatan bagi kamu dan membuat langit sebagai bangunan, dan menurunkan hujan dari awan,, lalu dengan itu mengeluarkan buah-buahan sebagai rezeki untuk kamu. Karena itu, janganlah engkau membuat tandingan Allah, padahal engkau mengetahui.”
(QS Al Baqarah : 21-22)

Gagasan pokok yang paling inti dan paling mendasar dari Al Quran, sekurang-kurangnya ditinjau dari segi sosial adalah bahwa manusia dan masyarakat harus melepaskan diri dari menuhankan tuhan-tuhan selain Allah, oleh karena sebagaimana dikatakan dalam surat Al Baqarah : 163-164, “Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, (yaitu) yang Rahman dan Rahim. Seluruh kejadian langit dan bumi, sejak dari pergantian siang dan malam, kapal-kapal yang bisa berlayar di lautan, hingga kisaran angin dan awan yang didayagunakan di antara langit dan bumi, semuanya merupakan data dan tanda bukti bagi orang-orang yang berpikir.”

Namun, seperti dijelaskan dalam ayat berikutnya, “manusia ada yang mengambil alternatif lain untuk disembah, selain Allah. dan mereka itu mencintai sesuatu seperti seharusnya mereka mencintai Allah.” Bahkan, “mereka itu mengangkat pemimpin-pemimpin rohani dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan-tuhan yang berkuasa (rabb), selain Allah.” (QS At Tawbah : 31), Padahal, “para pemimpin rohani dan pendeta-pendeta itu memakan harta manusia dengan cara yang tidak sah (bathil) dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah.” (QS At Tawbah : 34). Continue reading “Membangun Masyarakat Berdasarkan Tatanan Rabbaniyah (1)”

Motivasi, Penyebar Semangat dan Prestasi

Motivasi sangat diperlukan dalam kehidupan manusia. Dengan motivasi tinggi, orang akan bergairah dalam hidup dan kehidupan mereka. Sebaliknya orang yang motivasinya rendah, seolah-olah hidup ini tidak menggairahkan.

Mereka yang memiliki motivasi tinggi ingin selalu berprestasi. Mereka memacu dirinya untuk berkompetisi, berusaha menjadi yang terdepan, atau berusaha untuk menjadi orang pertama dalam bidang-bidang tertentu. Upaya pencapaian prestasi ini disebut dengan achievement motivation atau needs for achievement. Continue reading “Motivasi, Penyebar Semangat dan Prestasi”

Star Performance dan Dorongan Berprestasi

Motivasi Star Performance

Orang-orang yang memiliki motivasi tinggi ini oleh Goleman disebut sebagai star performance. Mereka ini biasanya memiliki dorongan berprestasi, berkomitmen tinggi, berinisiatif, dan selalu optimis.

Dorongan Berprestasi

Kata Jim Ryan Motivasi merupakan sesuatu yang membuat anda mulai melangkah. Sedangkan kebiasaan adalah apa yang membuat anda terus melangkah/motivation is what gets you started. Habit is what keeps you going. Continue reading “Star Performance dan Dorongan Berprestasi”

Orang Tua dan Peran Penting dalam Keluarga

Dalam pertunjukan wayang, dalang mempunyai peranan paling utama sehingga mereka harus menguasai teknik perkeliran (pertunjukan wayang kulit) dengan baik di bidang seni sastra, seni karuwitan, seni menggerakkan boneka-boneka wayang kulitnya, maupun penjiwaan karakter wayang serta harus terampil dalam membawakan lakon-lakon

Dalang sebagai juru dakwah harus mampu melaksanakan tugasnya dalam memberi penerangan agama. Untuk melaksanakan tujuan dakwah melalui pewayangan dan agar mudah diterima oleh masyarakat, maka para muballigh menggunakan simbol atau filsafat.

Sehingga dalang adalah unsur yang penting dalam sebuah pertunjukan wayang. Jika tidak ada dalang maka tidak akan ada pertunjukan wayang. Continue reading “Orang Tua dan Peran Penting dalam Keluarga”

Contoh Procedure Text | Definisi, Contoh dan Penjelasan Procedure Text

Pernah melihat dan membaca sebuah teks yang menjelaskan langkah-langkah untuk melakukan atau melihat sesuatu, jika pernah itu dinamakan Contoh Procedure Text. Procedure text adalah teks yang menjelaskan bagaimana sesuatu dilakukan dengan cara menjelaskannya dalam serangkaian tindakan dan langkah-langkah.

Teks ini bertujuan untuk menjelaskan kepada pembaca bagaimana melakukan sesuatu kegiatan atau ebua sesuatu, dengan memaparkan langkah-langkah secara berurutan. Biasanya ditemukan di dalam majalah, buku-buku resep makanan dan berbagai media cetak. Apakah itu procedure text atau bukan dapat dengan mudah, karena semua Contoh Procedure Text terdapat kata-kata “how” di judulnya. Continue reading “Contoh Procedure Text | Definisi, Contoh dan Penjelasan Procedure Text”

Definisi Ilmu Kalam

Ilmu Kalam atau sering disebut ilmu tauhid adalah salah satu dari disiplin ilmu Islam yang membahas dalil untuk mempertahankan keyakinan Islam fundamental dan doktrin yang diperlukan bagi seorang muslim untuk meyakininya.Menurut Ibnu Khaldun,  ilmu kalam adalah ilmu yang memuat alasan untuk mempertahankan keimanan agama Islam menggunakan dalil aqli atau /pikiran serta dalil naqli, namun juga  memuat bantahan terhadap orang yang mengingkarinya dan berbeda pendapat dengan pemahaman salaf dan ahli sunah.

Al-Kalam al-’aqli dan al-Kalam al-Naqli:
Meskipun Ilmu Kalam adalah disiplin rasional dan diskursif, tetapi terdiri dari dua bagian yaitu sudut pandang Preliminaries serta fundamental yang digunakan dalam bahan argumen / dalil:
(i) ‘aqli (rasional);
(ii) naqli (ditularkan, tradisional). Continue reading “Definisi Ilmu Kalam”