Faktor-Faktor Pengaruh Pergeseran Kesetimbangan

Pergeseran Kesetimbangan dapat terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor. Menurut asas Le Chatelier sendiri sebagai ilmuwan, Jika sutu sistem kesetimbangan diberikan aksi-aksi tertentu, maka sistem akan mengadakan reaksi yang cenderung menghilangkan pengaruh aksi yang diberikan. Cara sistem bereaksi adalah dengan melakukan pergeseran, baik ke kanan maupun ke kiri.

Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan, yaitu:

Rumus Kimia Suatu Zat

Rumus kimia suatu zat adalah menyatakan jenis dan jumlah relatif atom-atom yang terdapat dalam zat itu. Angka yang menyatakan jumlah atom suatu unsur dalam rumus kimia disebut angka indeks. Rumus kimia zat dapat berupa rumus molekul atau rumus empiris. Adapun penjelasan rumus kimia yang termasuk ke dalam rumus molekul dan rumus empiris dapat disimak dalam penjelasan selanjutnya.

Rumus Molekul dan Empiris sebagai Rumus Kimia

1. Rumus Molekul

Rumus molekul adalah rumus kimia yang menyatakan jumlah atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun satu molekul senyawa. Jadi rumus molekul menyatakan susunan sebenarnya dari molekul zat. Continue reading “Rumus Kimia Suatu Zat”

Siklus Krebs (Daur Asam Trikarboksilat)

Siklus Krebs adalah proses utama kedua dalam reaksi pernafasan sel. Siklus Krebs ini ditemukan oleh Hans Krebs (1900-1981). Reaksi pernafasan sel tersebut disebut juga sebagai daur asam sitrat atau daur asam trikarboksilat.

Tahapan Reaksi dalam Siklus Krebs

Siklus Krebs terjadi di mitokondria dengan menggunakan bahan utama berupa asetil-CoA, yang dihasilkan dari proses dekarboksilasi oksidatif. Ada delapan tahapan utama yang terjadi selama siklus Krebs. Continue reading “Siklus Krebs (Daur Asam Trikarboksilat)”

Molekul dan Ikatan Kimia

Ikatan kimia terbentuk dari molekul-molekul di dalam tubuh baik yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Ikatan kimia digolongkan menjadi 2 yaitu ikatan kovalen dan ikatan non kovalen. Selanjutnya ikatan non kovalen terdiri atas ikatan ionik, ikatan hidrogen dan ikatan Van Der Waals. Berikut adalah penjelasan singkat tentang ikatan kimia yang terbentuk.
Ikatan Kovalen sebagai Salah Satu Ikatan Kimia

Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang terbentuk oleh valensi dari masing-masing atom. Ikatan kimia ini dapat dipelajari lagi tentang kaitannya dengan valensi melalui buku-buku kimia umum, atau pelajaran kimia di SMA. Contoh dari ikatan kimia yang termasuk ke dalam ikatan kovalen adalah CO2 atau lebih dikenal dengan sebutan karbondioksida.  Continue reading “Molekul dan Ikatan Kimia”

Senyawa Kimia Fenobarbital

Fenobarbital memiliki rumus kimia 5,5-fenil-etil asam barbiturat dan merupakan senyawa organik pertama yang digunakan dalam pengobatan antikonvulsi. Fenobarbital termasuk obat sedatif-hipnotik golongan barbiturat. Memiliki kerja membatasi penjalaran aktivitas, bangkitan, dan menaikkan ambang rangsang.

Bioavailibilitas fenobarbital adalah sekitar 90 %. Kadar tunaknya dalam plasma tercapai dalam 8 – 12 jam per oral. Fenobarbital berikatan lemah dengan protein tubuh (20 – 45%). Fenobarbital dimetabolisme oleh hepar melalui hidroksilasi, glukoronidasi dan menginduksi isozim – isozim dari sitokrom P450 sistem. Ekskresi utama fenobarbital adalah melalui ginjal.

OLEH: DHIMAS DITA RAHADIAN (G2A002053)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Senyawa Kimia Fenobarbital

  • rumus kimia fenobarbital
  • artikel fenobarbital
  • rumus bangun barbiturat
  • Rumus pestesida
  • struktur fenobarbital

Bahan Kimia Korosif

Pada dasarnya, korosif adalah peristiwa terkikisnya suatu zat oleh zat lain yang merupakan rangkaian dari reaksi oksidasi reduksi, dimana zat yang termakan sebagai reduktor dan zat korosif sebagai oksidator.

Kalau masalah batas pH dari suatu asam lemah yang tidak korosif, tergantung pada zat/unsut yang ditetesi oleh asam tersebut. ada zat yang memerlukan pH yang rendah untuk dapat terjadi peristiwa korosi, adap pula zat yang dapat berkorosi dengan pH yang tidak terlalu asam.

Bahan kimia korosif jika bersentuhan dengan kulit dapat menimbulkan kerusakan berupa rangsangan atau iritasi dan peradangan. Oleh karena itu, bahan korosif biasa dikatakan pula sebagai bahan iritan. Selain kulit, bagian tubuh yang lembab atau berlendir seperti mata dan saluran pernapasan merupakan bagian yang rawan. Bahan korosif dapat dikelompokkan berdasarkan wujudnya: cair, padat dan gas (Hala, dkk., 2005). Continue reading “Bahan Kimia Korosif”

Matematika Diskrit | Definisi, sejarah dan topik Matematika Diskrit

Matematika diskrit adalah pembelajaran struktur matematis yang berupa disktrit, bukan continue. Berbeda dengan nilai real yang memiliki sifat berubah secara halus, objek dipelajari di dalam matematika diskrit, seperti integer, grafik, kalimat logika tidak berubah secara halus, namun memiliki nilai berbeda dan bulat. Sehingga matematika diskrit tidak membahas topic matematika continue seperti kalkulus dan analisis. Objek diskrit bisa dilambangkan dengan menggunakan integer. Secara formal, ia memiliki karateristik sebagai bagian dari perhitungan membahas set yang dapat dihitung (set yang memiliki anggota sama dengan bagian dari angka natural, termasuk angka rasional, namun tidak angka asli). Namun tidak ada definisi diakui secara universal mengenai matematika diskrit.

Kumpulan objek yang dipelajari di dalam ini bisa terbatas atau tidak terbatas. Istilah matematis terbatas terkadang diterapkan di dalam bagian dari perhitungan diskrit membahas kumpulan nilai terbatas, terutama di bidang yang berhubungan dengan bisnis. Penelitian di bidang ini bertambah setelah pertengahan abad ke 20 setelah adanya computer dijital yang beroperasi dalam tingkatan diskrit serta menyimpan data dalam bit diskrit. Continue reading “Matematika Diskrit | Definisi, sejarah dan topik Matematika Diskrit”