Membangun Masyarakat Berdasarkan Tatanan Rabbaniyah (2)

Konsep kekusaaan itu merembet pada doktrin ekonomi. Karena segala sesuatu adalah milik Allah, maka Allah adalah sumber rezeki dari siapa manusia bisa memperolehnya secara langsung dengan bekerja atau berusaha. Dalam sistem kerajaan, anggota masyarakat mengabdi kepada raja, dan dalam sistem etatis, warga masyarakat mengabdi kepada negara. Al Quran menentang konsep ini.
Pada ayat 212 surat Al Baqarah dinyatakan juga bahwa di lain pihak Allah memberikan rezeki kepada siapa saja yang Ia kehendaki (menurut hasil usahanya) dan di lain pihak ditegaskan bahwa Allah itu memberi rezeki tanpa hitungan, alias tidak terbatas.

Dalam surat Al Hijr : 20 dinyatakan juga bahwa “bumi merupakan arena untuk menciptakan mata kehidupan”, dalam bentuk mana Allah memberikan rezeki kepada manusia. Tetapi dalam mencari rezeki itu, manusia perlu membuat aturan yang dapat disepakati bersama sehingga manusia tidak perlu memperoleh kekayaan dengan cara yang tidak sah atau tidak benar (QS An Nisa : 49). Continue reading “Membangun Masyarakat Berdasarkan Tatanan Rabbaniyah (2)”

Penyiar Santun Sebarkan Islam di Israel

Dalam sebuah langkah yang tidak pernah terbayangkan, sekelompok kecil Muslim itu nekat menyeberang tembok-tembok budaya, keimanan dan politik yang sukar ditembus. Tujuannya, menyebarkan ajaran Islam ditengah komunitas Yahudi di Israel. Mereka berharap ikhtiarnya dapat merangkul kaum Yahudi memeluk agama Islam.

Sekelompok da’i berjenggot tampak mendekati sebuah kawasan kota tua di Yerusalem, mereka mencoba berbicara dengan bahasa Ibrani dengan lemah lembut untuk mengajak orang-orang mengenal lebih dalam tentang intisari ajaran Islam.

“Saya harus memberitahukan pada Anda tentang iman yang benar,” kata salah seorang da’i di sekitar pertokoan di luar Yerusalem. Dia memikul sebuah tas ransel besar yang berisi buku dan selebaran tentang ajaran Islam dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Ibrani.” Anda boleh merespon upaya kami dengan cara apapun. Akan tetapi, memberikan kabar kebenaran seperti ini adalah kewajiban dalam agamaku.” Continue reading “Penyiar Santun Sebarkan Islam di Israel”

Wayang dan Kehati-hatian Para Wali

Inilah yang dilakukan oleh para wali. Ketika wayang merupakan salah satu sarana yang efektif untuk memasukkan nilai-nilai islam pada masyarakat. Maka, mereka berfikir keras untuk menjadikan wayang sarana yang bisa digunakan untuk memasukkan nilai-nilai keislaman tetapi tidak melanggar syariat islam yang mereka pelajari.

Bukti kehati-hatian mereka adalah ditunjukkan dari awal melihat bentuk wayang-wayang yang sudah menyebar pada zaman itu. Para wali membuat beberapa penyesuaian dari bentuk dan model wayang yang sudah ada zaman itu. Langkah yang dilakukan oleh para wali adalah dengan merubah penampilan wayang. Dari wayang yang awalnya berbentuk menyerupai manusia menjadi wayang yang wajahnya miring,lehernya panjang, lengannya panjang, kakinya pendek dan bahannya terbuat dari kulit kerbau. Continue reading “Wayang dan Kehati-hatian Para Wali”

Pengertian Kebudayaan Dan Kosep Kebudayaan

Pengertian kebudayaan merupakan suatu pola hidup yang turun temurun dalam masyarakat dan bersifat kompleks, luas dan abstrak dan menentukan perilaku komunikatif. Tidak jarang orang-orang sulit berkomunikasi jika Antara orang tersebut memiliki budaya yang berbeda. Namun ketika seseorang berusaha untuk tetap berkomunikasi dengan orang yang memiliki budaya berbeda, maka hal itu menunjukkan bahwa budaya itu dipelajari dengan cara menyesuaikan perbedaan-perbedaan yang ada.

Pengertian Kebudayaan | Tradisi kebudayaan berjalan turun temurun
Berbagai pengertian kebudayaan banyak dikemukakan untuk memberikan gambaran bagaimana konsep dari budaya itu sendiri. Pengertian kebudayaan dalam Bahasa Belanda berarti Cultuur, dalam Bahasa Inggris Culture dan Bahasa latin Colere yang berarti mengolah (dalam hal ini berarti mengolah atau mngerjakan tanah atau dengan kata lain menjadi seorang petani dan bertani). Continue reading “Pengertian Kebudayaan Dan Kosep Kebudayaan”