Jangan Terlena Dengan Dunia

Dunia merupakan kenikmatan yang menipu. Betapa banyak manusia terjerembab ke dalam jebakannya yang membinasakan. Tak jarang kita jumpai manusia berkubang di dalam lumpur dosa tak lain beralasan mengejar dunia. Maka syariat ini memberikan dorongan kepada umatnya untuk tidak tertipu dengan dunia ini. Rasa kagum yang berlebihan terhadap dunia merupakan salah satu sebab tamaknya seseorang terhadap dunia.

Marilah kita perhatikan bahwa Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana telah memerintahkan Nabi-Nya untuk bersabar bersama orang-orang yang senantiasa berdoa kepada Rabbnya dan tidak menoleh kepada perhiasan dunia. Continue reading “Jangan Terlena Dengan Dunia”

Indahnya Dunia, Adalah Ujian

Di antara yang harus diingat agar kita berhati-hati dan tidak larut dalam persaingan dunia ini kemudian lupa terhadap akhirat adalah kita harus sadar bahwa dunia ini merupakan ujian semata dan keindahan yang menipu. Allah menciptakan dunia ini untuk menguji para hamba-Nya siapa yang paling baik amalannya. kemudian karena rahmat Allah dan keutamaan-Nya, mereka berhak mendapatkan surga-Nya. Allah berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami uji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (QS Al Kahfi : 7).

Rasulullah juga menjelaskan:
“Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan Allah menjadikan kalian silih berganti di atasnya untuk melihat bagaimana amalan kalian, maka berhati-hatilah dari dunia dan wanita. Karena sesungguhnya bencana pertama yang menimpa Bani Israil adalah karena wanita.” (HR Muslim dan Abu Sa’id). Continue reading “Indahnya Dunia, Adalah Ujian”

Macam-Macam Tipe Manusia Terkait Kesabaran

Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -Rahimahullah- manusia terbagi dalam beberapa tipe saat menghadapi kehidupan dikaitkan dengan kesabaran, yaitu;
1. Ahli Sabar dan Taqwa, mereka adalah orang-orang yang diberi karunia nikmat oleh Allah dari orang-orang yang bahagia di dunia dan akhirat.

Contoh pribadi yang semacam ini adalah Nabi Ayyub AS beliau awalnya adalah seorang yang kaya raya memiliki harta yang banyak. Beliau adalah seorang yang sangat dermawan, setiap hari beliau berkeliling kampung untuk mencari orang yang membutuhkan santunannya. Continue reading “Macam-Macam Tipe Manusia Terkait Kesabaran”

Keutamaan Sabar

“Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”
(QS Ali Imran : 200)

Sifat Orang Mukmin
Orang mukmin adalah manusia yang paling beruntung dibanding manusia-manusia yang lain sebab ia memiliki sifat yang luar biasa baik dan menguntungkan. Di mana sifat-sifat itu tercermin pada perilakunya dalam menghadapinya berbagai permasalahan apa pun yaitu :

Pertama, apabila mendapatkan kenikmatan dia senantiasa bersyukur. Kedua, apabila mendapatkan musibah dia bersabar. Ketiga, apabila bersalah yaitu melakukan perbuatan dosa ia beristighfar. Continue reading “Keutamaan Sabar”

Raih Surga Dengan Harta

“Harta kekayaan itu hijau dan manis. Dia yang mendapatkan dan mengelolanya dengan kemuliaan jiwa niscaya akan diberkahi. Sementara dia yang mendapatkan dan mengelolanya dengan ketamakan jiwa niscaya akan dijauhkan dari keberkahan” -Sabda Rasulullah saw; HR. al-Bukhari & Muslim-

Di lingkungan masyarakat kita banyak ditemukan anggapan keliru tentang harta kekayaan dan uang. Sebagian ada yang kebablasan hingga menilai uang ataupun kekayaan adalah segala-galanya. Ia dijadikan sebagai tujuan utama. Bahkan dikejar dengan menghalalkan segala cara. Sebaliknya, ada juga yang berpandangan sangat minor tentang uang dan harta kekayaan. Ia dianggap identik dengan sesuatu yang menyesatkan, menjerumuskan orang ke dalam dosa, merupakan sumber masalah atau konflik, dan hal-hal buruk lainnya. Continue reading “Raih Surga Dengan Harta”

Ketika Ikhlas Berbicara

“Dia (Iblis) berkata: Maka dengan kemahaperkasaan-Mu akan kuperdaya mereka (umat manusia); kecuali hamba-hamba-Mu dari mereka yang dianugerahi keikhlasan” [Alquran, QS. Shad, 38: 82-83] Kata ikhlas lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari. Arti atau makna yang dimaksudkan pun beragam. Antara lain ialah menunjukkan arti ”rela; memberi dengan sepenuh hati; tabah menghadapi musibah; mau menerima kenyataan; merasa cukup dengan rezeki yang didapat; dan seterusnya”. ”Sudahlah. Ikhlaskan saja. Toh jumlah nominalnya tak seberapa”. ”Berarti anda sewaktu memberikan hadiah itu kepadaku tidak benar-benar ikhlas ya. Pantas saja sering diungkit-ungkit”. ”Ini adalah musibah. Hadapi saja dengan penuh keikhlasan”. ”Meski tahu kalau ini salah dan dosa, tapi saya ikhlas menjalaninya demi masa depan anak-anak saya”.

Itulah beberapa contoh penggunaan kata ikhlas dengan ragam artinya yang berbeda-beda. Dalam KBBI sendiri, ikhlas diartikan ”bersih hati; tulus hati”, semisal dalam ungkapan ”memberi pertolongan dengan ikhlas —artinya setulus hati, tanpa pamrih”. Sementara itu, keikhlasan dijabarkan sebagai ”ketulusan hati; kejujuran; kerelaan”. Ditelusuri secara filologis, kata ikhlas sejatinya adalah serapan dari kata Arab: al-ikhlash, bentukan huruf dasar kha’-lam-shad, yang simpul maknanya menunjukkan ”keadaan sesuatu yang murni, tak tercampuri hal yang membuat buruk, tulus, merupakan saripati, dan bergerak lancar atau bebas tanpa hambatan”. Continue reading “Ketika Ikhlas Berbicara”

Lapang Sikapi Perbedaan

Ditulis Oleh: Umar Fayumi – IbadahNews

“Dan Kami (Allah) tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali menjadi rahmat bagi alam semesta” -Alquran, QS. Al-Anbiya’, 21:107-

Islam diturunkan sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, yakni menebarkan rahmat dan perdamaian bagi alam semesta. Ide dasar perdamaian ini merupakan satu di antara prinsip-prinsip utama ajaran Islam yang membingkai seluruh aspek dan sendi tatanannya, termasuk yang berkaitan dengan masalah akidah atau keyakinan.

Bertolak dari ide dasar tersebut Islam mengajarkan toleransi antar umat beragama sebagaimana sabda Nabi: ”Agama yang paling disukai Allah adalah yang lurus dan lapang (toleran)” [HR. Bukhari di al-Adab al-Mufrad, dan Ahmad]. Continue reading “Lapang Sikapi Perbedaan”

Nasehat dan Ungkapan Orang Shalih akan Tahajud / Qiyamul Lail


Sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang dilakukan pada waktu malam hari dalam satuan dua rakaat satu kali sala, pada waktu malam hari yaitu pada sepertiga malam akhir, atau setengah malam akhir, atau mendekati dua pertiga malam hingga waktu menjelang sholat subuh. Sholat sunnah tahajud dalam bahasa arab disebut Sholatun Lail yang artinya sholat di malam hari. Mengenai waktu pelaksanaan sholat tahajud para ulama memiliki pendapat yang berbeda ada yang mengatakan bahwa sholat tahajud mesti setelah terbangun dari tidur di malam hari, namun ada juga yang berbendapat bahwa sholat tahajud tidak mesti harus tidur terlebih dahulu.

Wahab bin Munabih
“Manusia yang paling dicintai setan adalah manusia yang gemar makan dan tidur.”

Uwais Al-Qarni
“Sungguh aneh orang yang mengetahui bahwa surga dihiasi atasnya dan neraka itu dipanasi bawahnya, bagaimana dia bisa tidur diantara keduanya ?”

Tamim Ad-Dari
”Demi Allah, shalat satu rakaat yang kukerjakan pada sepertiga akhir malam secara diam-diam lebih aku senangi dari pada shalat semalam suntuk yang kukerjakan, kemudian aku menceritakannya kepada orang lain” Continue reading “Nasehat dan Ungkapan Orang Shalih akan Tahajud / Qiyamul Lail”

Istiqomahlah..

Istiqomahlah…

Saudaraku
Hidup kita ini, sesungguhnya hanya meniti jarak menuju titik kematian. Melewati waktu yang kian lama membawa kita pada keadaan yang makin mendekat dengan maut. Menghabisi sisa usia yang terus menerus berkurang dan kian sedikit, hingga mencapai ajal di akhirnya.

Maka, masalah terbesar dan paling serius dari perjalanan ini adalah, ada di mana kaki kita melangkah. Persoalan paling penting selama rentang waktu hidup ini adalah bagaimana perilaku kita hingga kaki ada di ujung batas usia tak pernah kita tahu. Orang-orang shalih menyebut proses perjalanan usia yang dilakukan dengan benar hingga ajal dengan ungkapan: istiqamah. Continue reading “Istiqomahlah..”